Newestindonesia.co.id, Produsen kendaraan listrik asal China, BYD, dilaporkan melakukan efisiensi besar-besaran dengan memangkas sekitar 100 ribu karyawan sepanjang tahun 2025. Kebijakan ini menjadi sorotan di tengah ketatnya persaingan industri mobil listrik global.
Mengutip laporan Carnewschina, Rabu 1 April 2026, Jumlah tenaga kerja BYD kini tersisa sekitar 870 ribu orang. Angka tersebut mengalami penurunan sekitar 10 persen dibandingkan sebelumnya.
Langkah efisiensi ini mencerminkan strategi perusahaan dalam menyesuaikan diri dengan dinamika industri kendaraan listrik yang semakin kompetitif, sekaligus menjaga efisiensi operasional di tengah ekspansi besar yang sebelumnya dilakukan.
BYD selama beberapa tahun terakhir dikenal agresif dalam memperluas kapasitas produksi dan memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama di pasar kendaraan listrik global. Namun, ekspansi tersebut juga diiringi dengan tantangan, termasuk tekanan biaya dan perubahan permintaan pasar.
Kebijakan pemangkasan tenaga kerja ini menjadi indikasi bahwa bahkan perusahaan besar di sektor kendaraan listrik pun harus melakukan penyesuaian untuk menjaga keberlanjutan bisnisnya.
Meski melakukan pengurangan karyawan dalam jumlah besar, BYD tetap menunjukkan komitmen pada pengembangan teknologi kendaraan listrik dan inovasi produk. Fokus perusahaan disebut masih berada pada peningkatan daya saing, efisiensi produksi, serta penguatan posisi di pasar global.
Langkah efisiensi ini juga menjadi gambaran bahwa industri kendaraan listrik saat ini memasuki fase yang lebih matang, di mana efisiensi dan profitabilitas mulai menjadi prioritas utama, tidak hanya ekspansi semata.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login