Newestindonesia.co.id, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mendorong lahirnya inovasi dalam penyusunan menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG), dengan target menghadirkan kualitas makanan setara restoran kelas atas namun tetap terjangkau.
Dadan menegaskan pentingnya kolaborasi antara ahli gizi dan koki profesional guna menciptakan standar baru dalam program tersebut.
“Saya berharap suatu hari keluar inovasi-inovasi makanan dari ahli gizi dan chef-chef profesional sehingga akan keluar khas Program Makan Bergizi yang kualitasnya sekelas bintang 5 tapi harganya harga Program MBG dengan bahan baku Rp10.000,” ujar Dadan dalam keterangannya, Kamis (19/3/2026).
Tantangan Inovasi Menu di Bulan Ramadan
Menurut Dadan, inovasi menu menjadi krusial terutama selama bulan Ramadan. Selain memenuhi standar gizi, makanan juga dituntut memiliki daya tahan lebih lama tanpa mengurangi kualitas.
“Inovasi produk ini penting terutama terkait dengan program selama bulan Ramadan, di mana kita membutuhkan makanan yang berkualitas tinggi, fresh, tapi tahan lama. Nah ini tantangannya,” katanya.
Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan menu MBG tidak hanya berfokus pada nilai gizi, tetapi juga aspek teknis distribusi dan ketahanan pangan.
Lonjakan SPPG dan Tantangan Kualitas
Dadan mengungkapkan adanya peningkatan signifikan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam setahun terakhir. Dari sekitar 1.000 unit pada Ramadan 2025, kini jumlahnya melonjak menjadi 25.000 unit di seluruh Indonesia.
Namun, pertumbuhan pesat tersebut turut menghadirkan tantangan dalam menjaga konsistensi kualitas layanan.
BGN mencatat adanya 62 SPPG yang sempat ditutup sementara karena menyajikan menu yang tidak sesuai standar. Meski demikian, Dadan menilai angka tersebut relatif kecil dibandingkan total unit yang beroperasi.
“Kalau ada 62 yang membuat viral menjadi sesuatu yang luar biasa dari 25.000, jadi kalau dihitung secara persentasi sebetulnya kecil tetapi itulah yang kemudian dilihat oleh masyarakat,” jelasnya.
Evaluasi dan Penegakan Standar
BGN memastikan akan terus melakukan evaluasi internal guna menjaga kualitas program tetap merata di seluruh wilayah.
Dadan menekankan pentingnya kepatuhan terhadap petunjuk teknis dan standar operasional prosedur (SOP) oleh seluruh mitra penyedia layanan.
“Kita patut terus melakukan perbaikan ke dalam supaya kualitas merata dan tidak ada satu pun SPPG yang menyimpang dari juknis dan SOP yang ditetapkan,” pungkasnya.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login