Newestindonesia.co.id, Seekor anjing liar yang diduga terinfeksi rabies mengamuk di kawasan Pasar Buleleng, Bali, dan menggigit sedikitnya 15 warga pada Minggu (8/3/2026) pagi. Seluruh korban langsung mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan setempat.
Peristiwa tersebut terjadi ketika aktivitas pasar sedang berlangsung dan warga tengah berbelanja. Anjing yang berkeliaran di sekitar lokasi tiba-tiba menjadi agresif dan menyerang sejumlah orang di area pasar.
Para korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buleleng untuk mendapatkan penanganan medis awal.
Direktur RSUD Buleleng Ketut Suteja Wibawa membenarkan bahwa belasan warga datang ke unit gawat darurat rumah sakit setelah mengalami gigitan anjing.
“Memang benar. Sebagian korban sudah tertangani dan boleh pulang setelah penanganan. Hanya satu orang yang harus opname,” kata Suteja saat dikonfirmasi dikutip melalui detikBali.
Ia menjelaskan seluruh korban telah ditangani sesuai prosedur penanganan gigitan hewan penular rabies. Penanganan lanjutan termasuk pemberian vaksin dilakukan berdasarkan arahan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng.
Korban dengan kategori gigitan non-risiko tinggi diminta melanjutkan perawatan di fasilitas kesehatan terdekat. Sementara korban dengan risiko tinggi diarahkan menjalani penanganan lebih lanjut di Rumah Sakit Giri Emas.
Satu pasien yang dirawat di rumah sakit bukan karena luka gigitan parah, melainkan mengalami patah tulang pada lengan setelah terjatuh saat berusaha menghindari serangan anjing.
Korban Mendapat Vaksin Anti Rabies
Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng memastikan seluruh korban gigitan telah mendapatkan vaksin anti rabies sebagai langkah pencegahan.
Kepala Dinas Kesehatan Buleleng dr Sucipto mengatakan vaksin diberikan kepada seluruh korban karena perilaku anjing yang menyerang dinilai memiliki potensi rabies.
“Penanganan dari Dinkes kita pastikan semuanya diberikan vaksin anti rabies. Karena kalau melihat dari kejadian dan juga perilaku anjing itu, potensi rabies cukup besar,” ujar Sucipto.
Menurutnya, korban akan menjalani rangkaian vaksinasi lengkap. Skema vaksin diberikan sebanyak tiga kali setelah suntikan pertama, yakni pada hari ke-7 dan hari ke-14.
“Kalau melihat potensi dari perilaku anjing itu, kita lakukan antisipasi dengan pemberian vaksin lengkap. Jadi hari pertama diberikan vaksin, kemudian dilanjutkan hari ke-7 dan hari ke-14,” jelasnya.
Sucipto juga memastikan stok vaksin anti rabies di wilayah Buleleng masih aman untuk mengantisipasi kemungkinan kejadian serupa di masa mendatang.
Sampel Anjing Diperiksa
Setelah kejadian tersebut, anjing yang menyerang warga berhasil diamankan oleh dokter hewan bersama tim siaga rabies. Sampel otak hewan tersebut kemudian dikirim untuk pemeriksaan laboratorium guna memastikan apakah terinfeksi rabies atau tidak.
Hasil uji laboratorium kemudian mengonfirmasi bahwa anjing tersebut positif rabies, sehingga memicu kekhawatiran warga terkait keberadaan anjing liar di sekitar pasar dan permukiman.
Pemerintah daerah bersama dinas terkait kini meningkatkan pengawasan terhadap hewan penular rabies serta melakukan vaksinasi terhadap anjing di wilayah sekitar pasar guna mencegah penyebaran penyakit tersebut.
Masyarakat juga diimbau untuk lebih waspada serta memastikan hewan peliharaan mendapatkan vaksin rabies secara rutin.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login