Newestindonesia.co.id, Penggunaan monosodium glutamate (MSG) sebagai penyedap rasa sudah menjadi bagian dari dapur banyak keluarga Indonesia. Dari tumisan sederhana hingga sup hangat, MSG kerap dipilih karena mampu memperkuat cita rasa gurih (umami) secara instan. Namun, di balik popularitasnya, muncul pertanyaan yang tak pernah sepi: apakah sering memasak pakai MSG aman untuk kesehatan pencernaan?
Artikel ini mengulas secara lengkap mulai dari apa itu MSG, bagaimana tubuh mencernanya, hasil penelitian ilmiah terkini, hingga tips aman mengonsumsinya sehari-hari — dengan gaya jurnalistik informatif yang cocok untuk pembaca Google News.
Apa Itu MSG dan Mengapa Banyak Dipakai?
MSG adalah garam natrium dari asam glutamat, salah satu asam amino alami yang juga terdapat dalam tomat, keju, jamur, dan rumput laut. Secara alami, glutamat membantu menimbulkan rasa gurih khas yang disebut umami.
Industri makanan memproduksi MSG melalui proses fermentasi, mirip dengan pembuatan yogurt atau kecap. Hasilnya adalah bubuk kristal putih yang mudah larut dan efektif memperkaya rasa tanpa perlu banyak garam.
Alasan MSG populer:
- Memberi rasa gurih kuat meski sedikit
- Lebih murah dibanding rempah tertentu
- Membantu mengurangi penggunaan garam berlebih
- Stabil saat dimasak pada suhu tinggi
Tak heran, MSG sering hadir di warung makan, restoran cepat saji, hingga dapur rumahan.
Bagaimana Tubuh Mencerna MSG?
Ketika MSG masuk ke tubuh:
- MSG terurai menjadi natrium dan glutamat
- Glutamat diserap usus seperti asam amino lain
- Digunakan sebagai sumber energi sel usus dan saraf
Menariknya, usus justru memakai glutamat sebagai bahan bakar utama, sehingga sebagian besar tidak masuk ke aliran darah dalam jumlah besar.
Artinya, secara biologis, tubuh manusia memang dirancang untuk memproses glutamat — baik yang berasal dari makanan alami maupun MSG.
Pandangan Ilmiah tentang Keamanan MSG
Sejumlah lembaga kesehatan global telah meneliti MSG selama puluhan tahun.
- World Health Organization menyatakan MSG aman dikonsumsi dalam batas wajar
- U.S. Food and Drug Administration mengklasifikasikan MSG sebagai bahan pangan yang generally recognized as safe (GRAS)
- Badan Pengawas Obat dan Makanan juga mengizinkan MSG sebagai bahan tambahan pangan
Berbagai studi besar tidak menemukan bukti kuat bahwa MSG menyebabkan kerusakan pencernaan pada populasi umum.
Lalu Mengapa Ada yang Merasa Tidak Enak Setelah Makan MSG?
Sebagian orang mengaku mengalami:
- Perut kembung
- Mual ringan
- Haus berlebihan
- Sakit kepala
- Sensasi panas di wajah
Gejala ini sering dikaitkan dengan istilah “Chinese Restaurant Syndrome”, meski secara ilmiah istilah tersebut kini dianggap tidak akurat dan cenderung bias.
Penjelasan medisnya:
Penelitian double-blind (peserta tidak tahu apakah makan MSG atau plasebo) menunjukkan:
- Mayoritas orang tidak merasakan efek apa pun
- Kelompok kecil yang sensitif bisa mengalami keluhan ringan
- Efek biasanya sementara dan tidak berbahaya
Dengan kata lain, intoleransi MSG mirip intoleransi laktosa ringan, bukan racun berbahaya.
Dampak MSG terhadap Sistem Pencernaan
Yang Terbukti Aman
- Tidak merusak lambung
- Tidak menyebabkan tukak lambung
- Tidak memicu kanker saluran cerna
- Tidak mengganggu flora usus sehat
Yang Bisa Terjadi pada Orang Sensitif
- Perut terasa penuh
- Sedikit mual
- Nafsu makan meningkat (karena rasa lebih enak)
Namun ini jarang bersifat serius.
MSG vs Garam: Mana Lebih Berbahaya?
Banyak ahli justru menilai MSG bisa membantu mengurangi konsumsi natrium berlebih.
MSG mengandung sekitar:
- ⅓ natrium dibanding garam dapur
Artinya:
Dengan MSG, rasa tetap gurih meski garam dikurangi
Ini bermanfaat untuk:
- Tekanan darah
- Kesehatan jantung
- Pencegahan stroke
Asalkan penggunaannya tidak berlebihan.
Mitos Seputar MSG yang Masih Beredar
MSG bikin bodoh
Tidak ada bukti ilmiah mendukung klaim ini.
MSG merusak otak
Tubuh membatasi glutamat masuk ke otak lewat blood-brain barrier.
MSG menyebabkan kanker
Penelitian besar tidak menemukan hubungan kausal.
MSG beracun
MSG berasal dari asam amino alami yang juga ada di makanan sehat.
Kapan MSG Bisa Jadi Masalah?
MSG bisa menimbulkan ketidaknyamanan bila:
- Dikonsumsi dalam jumlah sangat besar sekaligus
- Perut kosong (pada sebagian orang)
- Dikombinasikan makanan ultra-olahan tinggi lemak
Masalahnya sering bukan MSG semata, tapi pola makan tidak seimbang.
Tips Aman Menggunakan MSG dalam Masakan Sehari-hari
Gunakan secukupnya, bukan berlebihan
Tetap kombinasikan dengan rempah alami (bawang, jahe, kunyit)
Kurangi garam bila pakai MSG
Perbanyak sayur dan protein segar
Minum cukup air
Jika merasa tidak nyaman:
Kurangi takaran atau hentikan sementara dan lihat reaksinya
Alternatif Umami Alami Selain MSG
Bila ingin variasi rasa gurih:
- Kaldu ayam/sapi asli
- Jamur shiitake
- Tomat matang
- Terasi (secukupnya)
- Keju parmesan
Semuanya mengandung glutamat alami.
Kesimpulan: Apakah MSG Sehat untuk Pencernaan?
Jawabannya: ya, aman bagi mayoritas orang jika dikonsumsi wajar.
- Tidak merusak sistem pencernaan
- Tidak menyebabkan penyakit kronis
- Telah diuji oleh lembaga kesehatan dunia
Namun:
Beberapa orang bisa sensitif ringan
Tetap harus dibatasi seperti bumbu lainnya
Kunci utamanya bukan menghindari MSG sepenuhnya, tetapi mengatur pola makan seimbang.
Ringkasannya:
| Aspek | Fakta |
|---|---|
| Keamanan | Aman menurut penelitian |
| Efek pencernaan | Umumnya netral |
| Sensitivitas | Minor pada sebagian kecil orang |
| Lebih baik dari garam | Ya, lebih rendah natrium |
| Perlu dihindari total | Tidak |
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login