Newestindonesia.co.id, Pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) terus mengakselerasi transformasi layanan publik berbasis digital sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana di wilayah terdampak banjir dan longsor di Sumatera.
Pendekatan digital dipandang sebagai salah satu strategi efektif agar fungsi pelayanan publik tetap berjalan meskipun infrastruktur fisik di lapangan mengalami kerusakan signifikan akibat bencana alam. Transformasi ini juga menjadi momentum untuk membangun ketahanan pelayanan publik ke depan.
Optimalisasi Digital untuk Pemulihan Layanan
Dalam paparan resmi pemerintah, transformasi layanan publik digital dilakukan untuk memastikan layanan esensial seperti administrasi kependudukan, kesehatan, pendidikan, hingga layanan sosial tetap dapat diakses oleh masyarakat pascabencana. Sistem digital diharapkan mampu menjaga kesinambungan akses layanan meskipun fasilitas fisik mengalami gangguan.
KemenPANRB menekankan bahwa digitalisasi bukan sekadar opsi, tetapi kebutuhan strategis dalam situasi darurat dan pemulihan. Melalui layanan digital, masyarakat terdampak bencana tetap dapat melakukan berbagai urusan administratif tanpa harus hadir secara fisik di kantor pemerintahan yang rusak atau belum pulih.
Peran Kementerian PANRB di Tengah Pemulihan Pascabencana
Kementerian PANRB berperan penting dalam koordinasi lintas kementerian/lembaga untuk memulihkan layanan publik secara bertahap dan terintegrasi. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan berbagai dukungan agar layanan digital mampu berjalan terhubung dengan baik di daerah terdampak, termasuk penyediaan infrastruktur pendukung.
Lebih jauh, dalam upaya memperkuat tata kelola layanan publik, Menteri PANRB telah menegaskan komitmen untuk memastikan penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik tetap adaptif, terpadu, dan akuntabel di lokasi bencana. Hal ini meliputi pengendalian ASN, penyesuaian layanan, serta penyelamatan arsip pemerintahan sebagai fondasi administrasi negara.
“Saat ini kami memastikan penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik tetap berjalan secara adaptif, terpadu, dan akuntabel di wilayah terdampak bencana… keterpaduan layanan digital pemerintah serta penyelamatan dan pelindungan arsip pemerintahan sebagai fondasi keberlanjutan birokrasi,” jelas Menteri PANRB.
Kolaborasi Antar Lembaga dan Sinergi Pemerintah
Percepatan pemulihan layanan publik digital ini dilakukan secara kolaboratif. Selain pemerintah pusat melalui Kementerian PANRB, sejumlah lembaga lain turut mendukung, termasuk pemerintahan daerah dan berbagai instansi teknis yang menangani layanan publik. Sinergi ini diharapkan mendorong layanan publik kembali normal dengan cepat, sekaligus menciptakan sistem pelayanan yang lebih tangguh di masa depan.
Upaya ini sejalan dengan arahan pemerintah dalam percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatera, yang dipimpin oleh Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana sesuai amanat Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2026. Dalam struktur tersebut, Menteri PANRB ditunjuk sebagai Koordinator Bidang Tata Kelola Pemerintahan bersama berbagai mitra pemerintah.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login