Newestindonesia.co.id, Hujan lebat yang mengguyur sebagian wilayah Bali sejak Minggu (22/2) mengakibatkan banjir di sejumlah titik di Kabupaten Badung dan Kota Denpasar. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali melaporkan sedikitnya 26 lokasi terendam air, dengan ketinggian rata-rata antara 30–80 sentimeter.
Kepala Pelaksana BPBD Bali, I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya, menyatakan bahwa sejak 12 jam terakhir Selasa (24/2) pukul 18.00-06.00 Wita, intensitas hujan tinggi yang disertai angin kencang memperparah banjir. Evakuasi dan penanganan dampak banjir masih berlangsung.
“Sedang fokus evakuasi,” ujar Teja kepada detikBali, Selasa (24/2/2026).
Dampak Banjir di Denpasar dan Badung
BPBD mencatat sejumlah titik banjir di Kota Denpasar, antara lain:
- Jalan Tegal Wangi, Gang Tegal Jaya, Sesetan – 40 cm
- Jalan Bypass Ngurah Rai Nomor 259, Sanur – 50 cm
- Jalan Tukad Badung 14 Blok C, Renon – 50 cm
- Jalan Danau Tempe, Sidakarya – 40 cm
- Jalan Sekuta Gang Mangga Nomor 5C, Sanur – 30 cm
(Data lengkap titik banjir sebagian dicatat BPBD Bali)
Sementara di Kabupaten Badung, titik banjir tercatat di:
- Jalan Wana Segara, Jimbaran – 40 cm
- Jalan Kunti, Legian – 50 cm
- Jalan Campuhan II, Legian – 40 cm
- Jalan Merpati, Tuban – 50 cm
(Masih dalam proses evakuasi dan penanganan)
Warga Diminta Siaga
Hingga siang hari, hujan lebat masih mengguyur Denpasar dan sekitarnya. Teja mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal dekat bantaran sungai, agar meningkatkan kewaspadaan.
“Untuk sekitar sungai, selalu cek kenaikan air. Persiapan barang-barang berharga dalam satu tas siaga agar cepat dibawa evakuasi bila diperlukan,” terang Teja.
Situasi di Permukiman & Jalan
Selain genangan di permukiman dan gang-gang perumahan, banjir juga mengganggu arus lalu lintas di beberapa ruas jalan utama di Denpasar dan Badung. Puluhan kendaraan terjebak air dan menyebabkan kemacetan panjang di ruas bypass sampai kawasan Sanur.
Kondisi Terkini Lainnya
Laporan media lokal juga menyebutkan bahwa beberapa rumah dan bangunan di kawasan seperti Pura Demak, Denpasar Barat terendam air hingga hampir 1 meter akibat hujan yang terus turun sejak akhir pekan. Hal ini diperparah oleh drainase yang tersumbat di beberapa titik permukiman.
Analisis Cuaca & Risiko Berkelanjutan
Curah hujan ekstrem dalam beberapa hari terakhir menunjukkan pola cuaca yang tak biasa di Bali. Kondisi seperti ini, terutama saat musim hujan atau peralihan musim, sering memicu banjir bahkan di kawasan yang sebelumnya jarang tergenang.
Menurut data iklim regional, Denpasar memiliki iklim tropis dengan potensi hujan tinggi antara Desember hingga Maret, yang dipengaruhi oleh monsun dan sistem cuaca regional.
BPBD Bali menegaskan akan terus memantau kondisi di lapangan dan menambah personel serta sumber daya untuk penanggulangan banjir. Warga diimbau tetap waspada dan mengikuti arahan petugas jika ada evakuasi atau peringatan cuaca lanjutan.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login