Newestindonesia.co.id – Jatim, Pemerintah Kabupaten Tulungagung kembali mengalokasikan dana bagi perbaikan sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan parah. Kali ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat menggelontorkan anggaran sebesar Rp6 miliar untuk menyelesaikan pembangunan ruas jalan Pulosari–Bukur yang telah lama dikeluhkan warga.
Plt Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Tulungagung, Ahmad Rifa’i Sodik, menyampaikan bahwa anggaran itu akan dimanfaatkan untuk penanganan jalan rusak secara total, bukan sekadar menambal lubang.
“Saat ini prosesnya sudah lelang dan tinggal tanda tangan kontrak dengan pemenang lelang,” kata Sodik kepada wartawan di Tulungagung, Kamis (20/2/2026) dikutip melalui detikJatim.
Proyek pembangunan jalan sepanjang sekitar 4 kilometer tersebut ditargetkan menggunakan lapisan aspal hotmix, yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan daya tahan permukaan jalan. Setelah kontrak ditandatangani, langkah selanjutnya adalah pengukuran titik-titik yang masuk rencana pembangunan.
Sodik menegaskan pihaknya akan mengutamakan titik kerusakan parah —misalnya di simpang empat Sambirobyong, Kecamatan Sumbergempol, serta area di depan Pasar Templek— sebagai prioritas awal pekerjaan.
“Kami tangani dulu yang parah, harapannya pada saat lebaran nanti sudah tidak ada yang berlubang, sehingga aman untuk pengendara,” tambahnya.
Namun, Sodik juga mengakui bahwa pekerjaan masih bergantung pada sejumlah faktor teknis di lapangan, termasuk ketersediaan material aspal dan kondisi cuaca. Sehingga ia belum bisa memastikan apakah seluruh pekerjaan rampung sebelum musim mudik Lebaran tiba.
“Kalau pun belum ya minimal jalannya tidak berlubang,” imbuhnya.
Kekecewaan Warga Terhadap Lambannya Penanganan
Kekecewaan warga terhadap kondisi jalan ini pernah memuncak di beberapa titik. Warga Desa Sambirobyong sempat melakukan aksi unik dengan menanam puluhan pohon pisang di tengah jalan rusak sebagai bentuk protes terhadap lambannya perbaikan oleh pemerintah setempat.
Menurut salah satu warga, Ahmad Amirudin, kondisi ruas Pulosari–Bukur merupakan jalur vital yang menghubungkan Tulungagung dengan Kediri dan Blitar. Kerusakan yang tidak kunjung diperbaiki juga sering menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas.
“Sering ada kecelakaan di sini, biasa orang yang baru pertama melintas, sehingga tidak paham kondisi jalan,” ujar Amirudin.
Warga setempat sebelumnya melakukan perbaikan secara swadaya, menggunakan semen hingga paving blok, namun upaya itu hanya bersifat sementara karena cepat rusak kembali.
“Tapi ya tidak bertahan lama,” katanya lagi.
Latar Belakang Anggaran Infrastruktur di Tulungagung
Alokasi anggaran Rp6 miliar untuk perbaikan jalan rusak ini merupakan bagian dari rangkaian prioritas infrastruktur yang lebih luas di Kabupaten Tulungagung. Pada awal tahun 2026, Pemerintah Kabupaten menyebut telah menyiapkan total anggaran sekitar Rp300 miliar untuk penanganan dan peningkatan jaringan jalan di berbagai wilayah kabupaten sepanjang tahun ini.
Anggaran besar tersebut tidak hanya fokus pada satu titik, tetapi akan dialokasikan ke banyak ruas yang rusak baik ringan hingga berat, terutama di sejumlah titik prioritas seperti wilayah selatan kabupaten yang memiliki tingkat kerusakan cukup tinggi.
Data sebelumnya menunjukkan bahwa kondisi jalan di Tulungagung menimbulkan kritik publik karena ruang lingkup kerusakan yang signifikan. Pada tahun 2025, pemerintah dinilai kewalahan memperbaiki ratusan kilometer jalan akibat minimnya anggaran sebelumnya.
Kesimpulan
Masyarakat setempat berharap pengerjaan bisa rampung atau setidaknya layak dilewati sebelum arus mudik Lebaran.
Pemerintah Kabupaten Tulungagung mengalokasikan Rp6 miliar untuk pembangunan jalan rusak parah, khususnya Pulosari–Bukur.
Pekerjaan diprioritaskan pada titik kerusakan berat, dengan target menghadirkan permukaan jalan yang lebih aman bagi pengguna.
Anggaran ini bagian dari alokasi lebih luas sekitar Rp300 miliar untuk infrastruktur jalan sepanjang 2026.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login