Newestindonesia.co.id – Kaltim, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini, melakukan peninjauan langsung terhadap berbagai fasilitas di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur. Kunjungan yang berlangsung pada Jumat (13/2/2026) bertujuan memastikan kesiapan fasilitas penunjang bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebelum perpindahan ke ibu kota baru ini.
Rini menegaskan bahwa penyediaan fasilitas yang nyaman dan aman menjadi prioritas utama agar ASN dapat bertugas secara optimal di IKN.
“IKN ini dikonsepkan untuk hidup yang efisien, futuristik dan dekat dengan alam. Kami memastikan para ASN pada suatu saat nanti bisa merasa siap, aman, nyaman untuk bisa lebih berbakti lagi untuk perbaikan negeri,” ujar Rini dikutip Minggu, 15 Februari 2026.
Rangkaian Peninjauan Fasilitas
Dalam kunjungannya, Rini meninjau sejumlah fasilitas yang disiapkan untuk mendukung kehidupan dan pekerjaan ASN, di antaranya:
- Rumah Susun (Rusun) ASN – Hunian vertikal dengan tema tropis modern dan konsep berkelanjutan yang terdiri dari 47 tower setinggi 12 lantai. Setiap unit dilengkapi fasilitas smart home system (sidik jari/PIN), perabotan lengkap, area ibadah, ruang sosial, serta sarana olahraga.
- Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) IKN – Fasilitas kesehatan modern dengan gedung 10 lantai, sekitar 250 tempat tidur, dan layanan unggulan untuk jantung serta stroke. Rumah sakit ini juga menerapkan konsep smart hospital dengan teknologi mutakhir seperti CT-Scan 512 Slice, Hybrid Cathlab, dan MRI 3 Tesla.
- Kantor Kementerian Koordinator – Empat gedung perkantoran yang telah selesai dibangun dengan konsep green building dan fasilitas pendukung seperti multifunction hall, jembatan penghubung (2nd walkway), serta area parkir terintegrasi.
- Istana Garuda – Pusat pemerintahan yang nantinya akan menjadi salah satu ikon IKN.
Fokus pada Transformasi Birokrasi
Menurut Rini, pembangunan IKN bukan sekedar perpindahan fisik ibu kota, tetapi merupakan momentum untuk transformasi besar dalam sistem pemerintahan melalui digitalisasi dan kolaborasi antar lembaga.
“Jadi inti dari digital governance itu adalah berkolaborasi. Saya juga concern terhadap talenta-talenta ASN yang ada di IKN ini. Kenapa? Karena IKN itu bukan sekedar memindahkan ibu kota ke sini, tetapi kita menemukan cara-cara baru untuk birokrasi dan memperbaiki tata kelola pemerintahan kita,” kata Rini.
Dengan kesiapan fasilitas hunian, kesehatan, serta lingkungan kerja modern dan ramah lingkungan, pemerintah berharap ASN yang akan dipindahkan ke IKN dapat bekerja lebih efisien serta meningkatkan pelayanan publik kepada masyarakat secara keseluruhan.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login