Newestindonesia.co.id – Inggris, Lembaga penyiaran publik tertua dan terbesar di dunia, British Broadcasting Corporation (BBC), mengumumkan rencana pemangkasan anggaran dan pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan sebagai bagian dari upaya menyelamatkan kondisi keuangan perusahaan yang semakin tertekan. Pengumuman ini disampaikan oleh pucuk pimpinan BBC pada Jumat (13/2).
BBC, yang berkantor pusat di London dan beroperasi sejak 1922 sebagai penyiar publik independen, sedang menghadapi tekanan finansial signifikan di tengah perubahan cepat lanskap media global. Biaya operasional lembaga ini dilaporkan telah melampaui 2 miliar pound sterling (sekitar Rp42,5 triliun) pada tahun anggaran terakhir.
Dalam sebuah telekonferensi resmi, Direktur Jenderal BBC, Tim Davie, mengungkapkan bahwa pemotongan biaya akan mencakup hampir semua divisi, termasuk redaksi berita, produksi program, dan BBC Studios. Rencana ini dipandang sebagai langkah krusial untuk menyeimbangkan pengeluaran terhadap pendapatan.
“Di tengah pasar media yang berubah cepat, kami terus menghadapi tekanan finansial yang signifikan. Karena itu, kami berencana melakukan penghematan lanjutan sekitar 10 persen dari total biaya dalam tiga tahun ke depan,” ujar juru bicara BBC, seperti dikutip dari harian Financial Times.
Penyebab Krisis
Salah satu faktor utama tekanan keuangan BBC adalah perubahan struktur pendanaan lisensi televisi, yang merupakan sumber pendapatan utama lembaga tersebut. Pemerintah Inggris baru-baru ini menaikkan iuran lisensi televisi — yang wajib dibayar oleh pemilik televisi di Inggris — sebesar 5,5 pound sterling, menjadi 180 pound per tahun. Namun, kenaikan ini belum mampu mengimbangi pertumbuhan biaya dan perubahan pola konsumsi media.
BBC juga tengah mengalami persaingan ketat dari platform media berbayar global seperti Netflix dan layanan digital lain yang menarik perhatian penonton lebih luas. Tekanan ini berdampak secara langsung terhadap penerimaan dan ekspektasi kualitas dari pemirsa.
Tantangan Tambahan
Selain masalah pendanaan, layanan BBC World Service dilaporkan menghadapi ancaman habisnya anggaran operasional pada Maret mendatang jika kesepakatan pendanaan baru dengan Foreign Office (Kementerian Luar Negeri Inggris) tidak segera terwujud.
Situasi ini juga diperparah oleh sengketa hukum internasional yang melibatkan BBC. Lembaga penyiaran tersebut tengah menghadapi gugatan senilai USD 10 miliar (sekitar Rp158,5 triliun) dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait tuduhan distorsi materi liputan mengenai peristiwa 6 Januari 2021. Pemerintah Inggris tengah meninjau ulang kerjasama pendanaan sebagai konsekuensinya.
Dampak PHK dan Reaksi Industri
Jumlah pasti karyawan yang akan terdampak PHK belum diumumkan secara lengkap, namun pihak BBC menyatakan bahwa hampir seluruh unit operasional akan merasakan dampaknya. Ini termasuk tim berita, produksi acara, serta unit commercial studio yang menjadi salah satu sumber pendapatan non-lisensi.
Perkembangan di BBC mencerminkan tren global di mana lembaga penyiaran publik berjuang menghadapi krisis pendanaan, perubahan perilaku penonton, dan tekanan ekonomi makro. Fenomena PHK di industri media juga terlihat di sejumlah negara lain sebagai akibat restrukturisasi bisnis dan penurunan pendapatan iklan serta dukungan pemerintah.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login