Newestindonesia.co.id – Kaltim, Sekitar 26 siswa SDN 008 Waru dan satu siswa SMAN 2 di Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur diduga mengalami keracunan usai menyantap hidangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu siang (11/2/2026). Gejala yang dialami berupa pusing, mual, muntah dan sesak napas, sehingga para siswa langsung dilarikan ke Puskesmas Waru untuk mendapatkan pemeriksaan medis.
Kapolres PPU AKBP Andreas Alek Danantara mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kejadian tersebut.
“Masih dicari penyebabnya, apakah keracunan atau tidak,” ujar Andreas kepada wartawan. “(Gejala) pusing, mual, muntah, tapi masih dugaan diakibatkan makanan,” dikutip detikKalimantan.
Makanan yang dinilai menjadi pemicu keluhan kesehatan itu kemudian diambil sampelnya dan dibawa untuk pemeriksaan laboratorium guna mengetahui apakah terdapat bahan yang membahayakan tubuh anak-anak.
Dugaan Sementara & Investigasi
Menurut keterangan dari PIC Mitra Dapur MBG Kecamatan Waru, Yedi Kesuma, yang dikutip dari media lokal, hidangan MBG hari itu memang dipesan dari UMKM setempat, bukan diproduksi langsung oleh dapur program. Ia menyebut bahwa menu yang berpotensi menjadi pemicu keluhan akan dievaluasi lebih lanjut.
Sementara itu, Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin menyatakan, pemerintah kabupaten akan segera mengundang semua pihak terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kejadian ini. Menurutnya, masalah ini “tidak bisa dianggap sepele karena langsung menyentuh anak-anak”.
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Waru, Mohammad Andi Rizky, mengatakan pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium resmi untuk memastikan penyebab pasti dari keluhan yang dialami siswa.
Situasi Terkini & Tuntutan Evaluasi
Belum ada korban yang dirujuk ke rumah sakit, namun beberapa siswa membutuhkan perawatan intensif di puskesmas, termasuk pemasangan infus. Orang tua siswa sempat panik ketika anak-anak mengalami keluhan tersebut setelah konsumsi menu MBG hari itu yang terdiri dari nasi, sayur, telur goreng berbumbu, tahu, serta puding susu buah.
Insiden ini juga memicu seruan dari kalangan legislatif. Ketua Komisi I DPRD PPU, Ishak Rachman, mendesak penghentian sementara operasional dapur SPPG dan evaluasi total sistem produksi serta distribusi makanan MBG. “Dapur tutup dulu. Evaluasi dulu … buka akses pengawasan agar fungsi kontrol berjalan maksimal,” tegasnya.
Catatan: Tren Kasus MBG di Daerah Lain
Kejadian dugaan keracunan terkait Program MBG bukan kali pertama terjadi. Misalnya di Ketapang, Kalimantan Barat, ratusan siswa, guru dan relawan dilaporkan mual dan muntah setelah menyantap menu perkedel tahu dari MBG, dengan puluhan orang ditangani medis dan satu pasien masih menjalani perawatan intensif.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login