Newestindonesia.co.id – Gaza, Serangan militer Israel melanda berbagai wilayah di Jalur Gaza, Rabu (4/2), menewaskan sedikitnya 24 warga Palestina dan memperlihatkan rapuhnya gencatan senjata yang dibuat beberapa bulan lalu. Serangan ini terjadi di tengah kesepakatan damai yang tengah berjalan dan upaya pembukaan kembali perlintasan perbatasan Rafah.
Kantor Berita Associated Press (AP) melaporkan bahwa sebagian besar korban tewas adalah warga sipil, termasuk anak-anak dan perempuan, sebagaimana dinyatakan oleh pejabat rumah sakit setempat.
“Di manakah gencatan senjata itu? Di manakah para mediator?” kata Dr. Mohamed Abu Selmiya, direktur Shifa Hospital di Gaza City, dalam unggahan di Facebook yang dikutip AP News.
Detil Serangan dan Korban
Serangan Israel terjadi di beberapa titik di Gaza:
- Di kawasan Tuffah, delapan anggota keluarga tewas, termasuk bayi berusia 10 hari, bayi sepupu berusia 5 bulan, dan nenek mereka, menurut pernyataan dari Shifa Hospital.
- Di al-Mawasi, Khan Younis, sebuah serangan menewaskan paramedis yang sedang bertugas, seperti dilaporkan oleh rumah sakit lapangan Palang Merah Palestina.
- Serangan lain terjadi di kamp pengungsi Al-Shati dan menewaskan sedikitnya satu warga serta melukai lainnya.
Militer Israel menyatakan serangan itu ditujukan terhadap komandan Hamas dan militan lain yang diduga terlibat dalam kekerasan, termasuk serangan terhadap pasukan Israel di garis gencatan senjata.
Israel Sebut Militan Menyerang Pasukannya
Seorang pejabat militer Israel mengatakan kepada AP bahwa serangan itu merupakan respons atas tembakan yang menarget pasukan Israel di sepanjang garis gencatan senjata. Namun pernyataan tersebut disampaikan secara anonim karena kebijakan militer.
Gencatan Senjata dan Kendala Kemanusiaan
Serangan terjadi saat langkah kecil menuju pembukaan kembali jalur perbatasan Rafah, yang telah menjadi isu kemanusiaan utama. Pasar gerbang perbatasan tersebut dibuka kembali pada awal minggu oleh Israel dan Mesir setelah hampir dua tahun ditutup, tetapi pergerakan warga dan pasien masih sangat terbatas.
Menurut juru bicara Palang Merah Palestina, puluhan pasien medis dan keluarga mereka terdaftar untuk perjalanan melalui Rafah, tetapi sebagian besar ditolak atau ditunda karena kontrol keamanan ketat dan proses verifikasi yang panjang.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya fase kedua kesepakatan damai yang juga mencakup pembebasan tahanan, masuknya bantuan kemanusiaan, dan rencana administrasi baru Gaza.
Kondisi Gencatan Senjata
Kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat dimulai pada Oktober 2025, setelah tiga tahun konflik intens antara Israel dan Hamas. Namun sejak itu, kekerasan terus terjadi secara sporadis di seluruh Jalur Gaza dan tetap merenggut nyawa warga sipil.
Beberapa negara Arab dan Muslim telah mengecam Israel atas yang mereka sebut pelanggaran berulang terhadap gencatan senjata, termasuk serangan terbaru ini, sembari menyerukan intervensi internasional untuk menghentikan eskalasi.
Sementara itu, pihak Hamas menuduh Israel tidak menghormati janjinya untuk menghentikan aksi militer setelah kesepakatan damai ditandatangani.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login