Newestindonesia.co.id, Hujan lebat disertai angin kencang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Sleman sejak Sabtu (31/1) siang sampai malam. Akibatnya, puluhan rumah warga mengalami kerusakan, fasilitas umum terdampak, dan empat orang terluka ringan, demikian laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, mengatakan cuaca ekstrem terjadi sejak sekitar pukul 14.00 WIB. Dampak paling luas tercatat di Kapanewon Kalasan dan Ngemplak, dua kecamatan yang menjadi episentrum kejadian.
“Berdasarkan update data malam tadi hingga pukul 19.00 WIB, dampak hujan angin ini memicu kerusakan di puluhan titik,” ujar Bambang kepada wartawan dikutip melalui detikJogja.
Kerusakan Teridentifikasi di Beberapa Desa
Bambang memaparkan rinciannya sebagai berikut:
- Kalurahan Selomartani (Kalasan): Tercatat 40 titik kerusakan, meliputi 46 pohon tumbang, 19 rumah rusak, 4 fasilitas pendidikan rusak, serta gangguan jaringan listrik dan internet.
- Tamanmartani: Ada 21 titik kerusakan dengan 17 rumah rusak ringan dan tujuh pohon tumbang.
- Tirtomartani: 13 titik kerusakan yang mencatat 7 rumah rusak, 11 pohon tumbang, 1 mobil rusak, serta empat warga mengalami luka ringan.
- Kalurahan Bimomartani (Ngemplak): Terdapat 10 titik kerusakan, termasuk 8 rumah dan 7 pohon tumbang.
- Sindumartani: 6 titik kerusakan dengan 4 rumah rusak dan 29 pohon tumbang.
Evakuasi dan Penanganan Darurat
Bambang menambahkan bahwa BPBD bersama personel TNI, Polri, relawan, dan warga setempat telah diterjunkan untuk menangani dampak hujan angin. Tim fokus melakukan asesmen lokasi, membersihkan pohon tumbang yang menghalangi jalan, serta membantu distribusi bantuan darurat kepada warga terdampak.
“Personel sudah di lokasi untuk melakukan pembersihan pohon tumbang yang menghalangi akses jalan atau menimpa jaringan listrik. Bantuan darurat juga mulai didistribusikan ke warga terdampak,” pungkasnya.
Sejarah Cuaca Ekstrem di Sleman
Fenomena hujan deras disertai angin kencang bukan pertama kali terjadi di wilayah Sleman. Beberapa peristiwa sebelumnya menunjukkan dampak serupa:
- Pada 18 Januari 2026, hujan angin melanda sejumlah desa, merusak ratusan rumah dan menyebabkan satu orang luka.
- Pada pertengahan Januari 2026, Bupati Sleman meninjau rumah warga yang rusak akibat angin kencang yang diikuti tumbangnya pohon.
- Potensi dampak hujan angin juga tercatat beberapa kali sebelumnya, termasuk kerusakan fasilitas wisata Tebing Breksi akibat angin kencang yang datang tiba-tiba.
Kombinasi pola cuaca tropis di Indonesia, terutama pada musim hujan, meningkatkan risiko angin kencang lokal (angin puting beliung), hujan deras, dan gangguan cuaca ekstrem yang dapat merusak bangunan, pepohonan, dan fasilitas umum.
Perkembangan Terkini
BPBD Sleman terus memantau kondisi cuaca bersama BMKG DIY agar warga tetap waspada terhadap potensi hujan deras dan angin kencang dalam beberapa hari ke depan.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti Sekarang



You must be logged in to post a comment Login