Newestindonesia.co.id, Pisang dikenal sebagai tanaman yang mudah tumbuh di Indonesia. Namun dalam praktiknya, banyak orang mengeluh karena pohon pisang terlihat subur tapi tak kunjung berbuah. Daunnya lebar, batangnya tinggi, tetapi tandan pisang tak juga muncul. Kondisi ini sering terjadi karena cara tanam dan perawatan yang kurang tepat sejak awal.
Padahal, dengan langkah sederhana dan konsisten, pisang bisa berbuah lebih cepat, bahkan bisa dipanen kurang dari satu tahun.
Awali dari Bibit yang Tepat
Kesalahan paling umum saat menanam pisang adalah memilih bibit sembarangan. Bibit yang baik seharusnya berasal dari indukan yang sudah terbukti berbuah banyak dan sehat. Ciri bibit unggul antara lain batangnya kokoh, tidak busuk, dan daunnya berwarna hijau segar.
Banyak petani berpengalaman menyarankan menggunakan anakan pedang karena pertumbuhannya lebih cepat dan kuat. Bibit yang sehat akan mempercepat fase adaptasi setelah ditanam di lahan.
Tanah Gembur Bikin Pisang “Ngebut” Tumbuh
Pisang sangat menyukai tanah yang gembur dan kaya nutrisi. Sebelum menanam, sebaiknya lubang tanam disiapkan beberapa hari sebelumnya. Tanah hasil galian dicampur dengan pupuk kandang matang atau kompos agar unsur hara langsung tersedia sejak awal.
Tanah yang terlalu keras atau miskin nutrisi akan membuat pertumbuhan pisang lambat, meski batangnya tampak tinggi.
Jangan Tanam Terlalu Rapat
Banyak orang menanam pisang terlalu dekat satu sama lain agar terlihat rimbun. Padahal, jarak tanam yang terlalu rapat justru membuat tanaman berebut nutrisi.
Idealnya, jarak antar pohon pisang sekitar 2,5 hingga 3 meter. Dengan ruang yang cukup, akar bisa berkembang maksimal dan tanaman lebih cepat memasuki fase berbuah.
Air Cukup, Tapi Jangan Tergenang
Pisang memang membutuhkan banyak air, terutama di masa awal pertumbuhan. Penyiraman rutin sangat membantu mempercepat pertumbuhan daun dan batang.
Namun, air yang menggenang justru berbahaya. Akar pisang mudah membusuk jika terlalu lama terendam air. Pastikan lahan memiliki saluran pembuangan air yang baik, terutama saat musim hujan.
Pupuk Jadi Penentu Cepat atau Lambat Berbuah
Tanaman pisang yang jarang dipupuk biasanya tumbuh lama dan buahnya kecil. Pemupukan sebaiknya dilakukan secara bertahap sejak tanaman berumur satu bulan.
Saat tanaman mulai besar, pupuk dengan kandungan kalium tinggi sangat dianjurkan karena membantu merangsang pembentukan bunga dan buah. Dengan nutrisi cukup, pisang akan berbuah lebih cepat dan tandannya lebih padat.
Pangkas Anakan, Jangan Sayang
Dalam satu rumpun, pisang sering mengeluarkan banyak anakan. Jika semuanya dibiarkan, nutrisi akan terbagi dan pertumbuhan induk menjadi lambat.
Idealnya, satu rumpun hanya dipelihara tiga batang saja. Pemangkasan anakan berlebih akan membuat energi tanaman terfokus sehingga proses berbuah lebih cepat.
Kapan Pisang Bisa Dipanen?
Jika semua langkah dilakukan dengan benar, pohon pisang biasanya mulai mengeluarkan bunga pada usia sekitar tujuh hingga sembilan bulan. Buah siap dipanen pada usia sepuluh hingga dua belas bulan, tergantung varietas dan perawatan.
Hasil panen pun lebih memuaskan: buah besar, sisir rapat, dan kualitas lebih baik.
Menanam pisang agar cepat berbuah bukan soal pupuk mahal atau teknik rumit. Kuncinya ada pada bibit yang tepat, tanah subur, jarak tanam ideal, serta perawatan rutin. Dengan langkah sederhana ini, pisang bisa menjadi tanaman produktif yang memberi hasil cepat dan menguntungkan.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti Sekarang



You must be logged in to post a comment Login