Newestindonesia.co.id – Jakarta, Pemerintah Republik Indonesia memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak dihentikan selama bulan Ramadan 1447 H, meskipun ada beberapa penyesuaian penting pada menu dan skema pembagian makanan agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang menjalankan ibadah puasa.
Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) dan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Rabu (29/1/2026).
“Penerima manfaat sudah lebih dari 60 juta lebih sedikit. Jadi sudah tebus 60 juta ya,” ujar Zulhas saat memaparkan capaian program MBG.
Skema Penyesuaian Selama Bulan Puasa
Program MBG selama Ramadan akan tetap berjalan secara berkesinambungan, tetapi dengan modifikasi berikut:
Menu disesuaikan untuk penerima yang berpuasa:
Untuk menghindari makanan menjadi basi sebelum waktu berbuka, makanan basah diganti dengan makanan kering atau tahan lama. Contoh menu yang dipilih termasuk:
- Kurma
- Telur rebus, telur asin, atau telur pindang
- Buah-buahan
- Susu
- Abon
“Contoh untuk puasa nih, kurma, telur rebus atau telur asin atau telur pindang, buah, susu, abon,” ujar Dadan Hindayana menjelaskan menu makanan yang disiapkan.
Waktu Pembagian Disesuaikan:
- Untuk anak sekolah di daerah mayoritas berpuasa, makanan dibagikan pada siang hari saat pulang sekolah dan dibawa pulang untuk disantap saat berbuka.
- Untuk santri di pesantren, menu tetap seperti biasa, namun waktu distribusinya dipindah ke sore hari jelang berbuka.
- Untuk kelompok yang tidak berpuasa seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita, pembagian dilakukan secara normal tanpa penyesuaian waktu.
Capaian dan Tantangan Program MBG
Zulhas memaparkan bahwa jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG kini mencapai lebih dari 22.000 unit di seluruh Indonesia. Sementara itu, jumlah penerima manfaat program telah melampaui 60 juta orang.
Meski cakupan MBG di sekolah cukup tinggi, untuk pesantren masih rendah, sekitar 20% dari total santri terdata sebagai penerima manfaat. Zulhas mengatakan pemerintah akan menyocokkan data antara Kemenko Pangan dan Kementerian Agama untuk meningkatkan jangkauan.
Respons dan Masukan dari Pihak Lain
Selain pernyataan pemerintah, sejumlah pihak juga memberikan tanggapan terkait pelaksanaan MBG selama Ramadan:
Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) menyatakan setuju MBG tetap berjalan, tetapi menekankan pentingnya kebijakan yang fleksibel dan menyesuaikan kondisi daerah serta kemampuan distribusi.
Komisi IX DPR RI mengingatkan bahwa distribusi makanan dan jaminan gizi harus menjadi fokus utama agar makanan aman dan layak dikonsumsi saat berbuka puasa.
Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) menggarisbawahi pentingnya strategi distribusi yang matang dan identifikasi kebutuhan lokal sebelum menentukan menu dan timing pembagian.
Prioritas Pemerintah
Dadan Hindayana menambahkan bahwa evaluasi program akan terus dilakukan sebagai bagian dari target yang menjadi prioritas Presiden dan Pemerintah RI, terutama untuk memastikan program ini memberikan dampak nyata terhadap kondisi gizi masyarakat, khususnya anak-anak.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login