Newestindonesia.co.id – Jakarta, Banjir masih melanda sebagian wilayah Ibu Kota Jakarta pada Kamis pagi (29/1/2026). Data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat bahwa 17 Rukun Tetangga (RT) dan 2 ruas jalan utama di Jakarta masih mengalami genangan air akibat hujan deras dan luapan sungai.
Menurut laporan BPBD DKI Jakarta yang diterima redaksi pada Kamis (29/1) pagi pukul 07.00 WIB, banjir terutama terjadi di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Barat. Rinciannya adalah sebagai berikut:
- Jakarta Timur: 14 RT, yang terdiri dari:
- Kelurahan Bidara Cina: 4 RT
- Kelurahan Kampung Melayu: 4 RT
- Kelurahan Cawang: 5 RT
- Kelurahan Cililitan: 1 RT
- Tinggi air mencapai 110–150 cm
- Jakarta Barat: 3 RT di Kelurahan Kedoya Selatan, dengan ketinggian air sekitar 30 cm.
Selain itu, BPBD juga melaporkan ada dua ruas jalan yang masih terendam air:
- Jl. Raden Inten II, Kelurahan Duren Sawit, Jakarta Timur – air setinggi 25 cm
- Jl. Cileduk Raya, Kelurahan Cipulir, Jakarta Selatan – air setinggi 10 cm
Penyebab genangan untuk kedua ruas jalan ini adalah curah hujan tinggi yang terjadi sejak Rabu malam.
Penyebab dan Penjelasan BPBD
Dalam keterangannya, BPBD DKI Jakarta menyebutkan penyebab utama banjir adalah curah hujan yang tinggi dan luapan Kali Ciliwung, yang membuat wilayah dataran rendah Jakarta terendam air. “Penyebab banjir, curah hujan tinggi dan luapan Kali Ciliwung,” tulis BPBD dalam laporan resmi mereka.
Seorang pejabat BPBD yang dihubungi media juga mengingatkan masyarakat untuk tetap siaga dan waspada terhadap potensi banjir lanjutan, terutama di wilayah yang dekat dengan sungai dan dataran rendah. Peringatan ini dikeluarkan mengingat cuaca di wilayah DKI Jakarta diprediksi masih akan hujan deras dalam beberapa hari ke depan.
Dampak terhadap Aktivitas dan Transportasi
Ketinggian air banjir yang mencapai lebih dari 1 meter di beberapa RT di Jakarta Timur membuat aktivitas warga terganggu. Warga kesulitan melintasi jalan yang tergenang, dan beberapa kendaraan roda dua maupun roda empat terpaksa berjalan pelan untuk menghindari mogok.
Meski begitu, hingga laporan ini disusun belum ada laporan resmi dari pihak Kepolisian atau Dinas Perhubungan mengenai penutupan jalan akibat banjir. Warga pun diminta mengatur ulang jadwal perjalanan atau mencari jalur alternatif.
Pemantauan dan Penanganan
BPBD bersama unsur dinas terkait terus melakukan pemantauan dan penanganan di titik-titik banjir. Upaya yang dilakukan meliputi koordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran serta penyedotan genangan air untuk mempercepat surutnya banjir.
Warga korban banjir juga diminta untuk menghubungi layanan darurat jika membutuhkan bantuan evakuasi atau penyelamatan. Pemerintah daerah menjamin akan terus memonitor kondisi banjir 24 jam penuh hingga dinyatakan aman.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti Sekarang



You must be logged in to post a comment Login