Newestindonesia.co.id, Algoritma Instagram kembali mengalami penyesuaian signifikan pada 2026. Perubahan ini memengaruhi cara konten ditampilkan di Feed, Reels, Stories, hingga Explore, sekaligus menentukan strategi kreator, brand, dan media agar tetap menjangkau audiens secara optimal.
Seiring meningkatnya persaingan konten dan pergeseran perilaku pengguna, Instagram kini semakin menitikberatkan pada kualitas interaksi, relevansi personal, dan retensi penonton, bukan sekadar jumlah pengikut.
Fokus Utama Algoritma Instagram 2026
Instagram tidak lagi mengandalkan satu algoritma tunggal. Setiap fitur—Feed, Reels, Stories, dan Explore—memiliki sistem pemeringkatan tersendiri yang disesuaikan dengan tujuan pengguna.
1. Interaksi Nyata Jadi Penentu Utama
Like masih dihitung, tetapi bobotnya menurun. Algoritma kini lebih memprioritaskan:
- Komentar bermakna (lebih dari satu kata)
- Share ke DM atau Story
- Save (disimpan)
- Waktu menonton (watch time)
Konten yang memicu diskusi atau dibagikan ke orang lain akan lebih sering muncul di Feed dan Explore.
2. Reels Tetap Raja, Tapi Harus Berkualitas
Reels masih menjadi format paling diunggulkan pada 2026. Namun, Instagram semakin ketat menyaring konten:
- Video orisinal lebih diprioritaskan dibanding repost
- Hook 3 detik pertama sangat krusial
- Rasio tonton sampai selesai (completion rate) jadi faktor besar
Video yang ditonton sampai akhir atau diulang otomatis akan memperoleh distribusi lebih luas.
Baca di halaman selanjutnya >>>



