Newestindonesia.co.id, Tuberkulosis ginjal adalah infeksi ginjal yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, yaitu bakteri yang sama penyebab tuberkulosis (TBC) paru. Infeksi ini termasuk dalam tuberkulosis ekstra paru, yang berarti menyerang organ selain paru-paru.
Penyakit ini umumnya terjadi akibat penyebaran bakteri melalui aliran darah dari infeksi TBC sebelumnya, bahkan dapat muncul bertahun-tahun setelah TBC paru sembuh. Jika tidak ditangani dengan baik, tuberkulosis ginjal dapat menyebabkan kerusakan ginjal permanen hingga gagal ginjal.
Penyebab dan Faktor Risiko
Tuberkulosis ginjal disebabkan oleh penyebaran bakteri TBC ke ginjal. Beberapa faktor yang meningkatkan risiko antara lain:
- Riwayat tuberkulosis paru
- Sistem imun lemah (HIV/AIDS, diabetes, penggunaan steroid jangka panjang)
- Malnutrisi
- Lingkungan dengan tingkat penularan TBC tinggi
- Keterlambatan diagnosis dan pengobatan TBC
Gejala Tuberkulosis Ginjal
Gejala tuberkulosis ginjal sering tidak spesifik dan berkembang perlahan, sehingga kerap terlambat terdeteksi. Gejala yang dapat muncul antara lain:
- Nyeri pinggang atau perut bagian bawah
- Anyang-anyangan atau nyeri saat buang air kecil
- Urine keruh atau bercampur darah
- Demam ringan berkepanjangan
- Penurunan berat badan tanpa sebab jelas
- Keringat malam
- Lemas dan mudah lelah
Pada tahap lanjut, pasien dapat mengalami penurunan fungsi ginjal secara signifikan.
Diagnosis Tuberkulosis Ginjal
Diagnosis dilakukan melalui kombinasi pemeriksaan, antara lain:
- Tes urine untuk mendeteksi bakteri TBC
- Pemeriksaan darah untuk menilai fungsi ginjal
- USG, CT scan, atau MRI ginjal
- Tes PCR atau kultur bakteri
- Riwayat medis dan pemeriksaan klinis menyeluruh
Diagnosis dini sangat penting untuk mencegah kerusakan ginjal yang lebih parah.
Baca di halaman selanjutnya >>>



