Connect with us

Hallo, Mau Cari Berita Apa Nih?

Newest Indonesia

Regional

Kerugian Banjir Di Pati Capai Rp 9,5 Miliar, Sawah & Tambak Petani Puso

Kerusakan luas lahan pertanian dan tambak akibat banjir mengancam mata pencaharian petani dan petambak di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dengan kerugian material mencapai miliaran rupiah.

Kondisi pertanian sawah yang kebanjiran di Desa Karangrowo Kecamatan Jakenan, Pati, Senin (26/1/2026). Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng

Newestindonesia.co.id – Jateng, Banjir yang telah melanda Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah selama lebih dari dua pekan terakhir mendorong kerugian besar bagi para petani dan petambak. Data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menunjukkan luasan lahan yang terdampak sangat luas, termasuk ribuan hektare sawah dan tambak yang terendam air banjir.

Kerugian Material Rp 9,553 Miliar
“Lahan sawah 7.537 hektare dan tambak ada 5.071 hektare. Kerugian secara material Rp 9,553 miliar,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Pati, Martinus Budi Prasetya, saat dimintai konfirmasi, Senin (26/1/2026) dikutip melalui detikJateng.

Martinus menjelaskan bahwa banjir sudah mulai surut sejak beberapa hari terakhir karena cuaca cerah, tetapi masih ada desa yang tetap terdampak. Hingga kini, genangan banjir masih merendam area permukiman dan pertanian di 58 desa di tujuh kecamatan.

Ribuan KK Terdampak, Pengungsian Masih Berlangsung
Banjir di Kabupaten Pati berdampak langsung pada kehidupan ribuan warga. BPBD mencatat ada 6.883 rumah yang terdampak, dengan 9.147 kepala keluarga (KK) atau 25.698 jiwa, serta 562 KK (1.335 jiwa) yang masih mengungsi. Pemerintah daerah kemudian mendirikan dapur umum di setiap kecamatan terdampak untuk membantu kebutuhan warga.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Wilayah terdampak banjir meliputi sejumlah kecamatan di Pati, di antaranya:

  • Kecamatan Pati (7 desa)
  • Juwana (17 desa)
  • Kayen (5 desa)
  • Jakenan (8 desa)
  • Sukolilo (3 desa)
  • Dukuhseti (5 desa)
  • Gabus (13 desa)

Sawah Petani Terendam, Produksi Musim Ini Dipastikan Puso
Suparwi, Sekretaris Desa Karangrowo, memaparkan bahwa 150 hektare sawah milik 204 petani di desanya terendam banjir sejak 12 Januari 2026 lalu. Sawah tersebut kini tak bisa dipanen karena tergenang sedalam 1 sampai 2,6 meter, membuat produksi padi musim ini dipastikan gagal panen.

Baca juga:  Tragis! Dua Bocah Perempuan Di Batang Diduga Tewas Karena Diajak Ibunya Bunuh Diri

“150 hektare itu ada 204 petani. Kerugian biaya produksi seluas itu dengan rincian 85 hektare padi muda umur 35–40 hari,” tutur Suparwi. “Dan bibit yang siap tanam itu ada 65 hektare. Kerugian diperkirakan Rp 1,5 miliar.”

Suparwi berharap pemerintah daerah bisa memberikan berbagai bantuan, termasuk bibit padi dan modal usaha sebagai stimulan pemulihan ekonomi para petani yang terdampak banjir.

Dampak Luas Banjir Pati
Banjir yang terjadi di Pati juga berdampak pada sektor perikanan, infrastruktur, serta transportasi. Data media lain menunjukkan ratusan hingga ribuan hektare tambak di sejumlah kecamatan tergenang, menyebabkan gagal panen ikan bandeng, udang, dan nilain berbagai lokasi.

Advertisement. Scroll to continue reading.

(DAW)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Editor Picks

Bisnis

Newestindonesia.co.id, Bank Mandiri merayakan ulang tahun ke-27 pada Kamis (2/10/2025) dengan mengusung tema Sinergi Majukan Negeri”. Perayaan ulang tahun Bank Mandiri dikemas dalam program bertajuk “HUT...

Regional

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid mengatakan, Mau sampai kiamat tinggal dua hari pun mafia tanah tidak akan bisa diatasi....

Kesehatan

Newestindonesia.co.id, Cuaca panas yang kerap melanda berbagai wilayah dapat menimbulkan risiko terhadap kesehatan tubuh, khususnya pada kulit. Paparan sinar matahari yang terik berpotensi memicu...

Selebriti

Newestindonesia.co.id, MSbreewc, nama asli Bree Wales Covington, lahir pada 1 Februari 2001 di Singapura (meskipun lahir di Jakarta dan besar berpindah-pindah, beberapa bio menyebut...

Advertisement