Newestindonesia.co.di – Jakarta, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Jabodetabek yang berlaku selama lima hari ke depan, terhitung mulai 25 hingga 29 Januari 2026. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi selama periode tersebut.
BMKG menegaskan bahwa kesiapsiagaan menjadi faktor utama dalam meminimalkan risiko dampak cuaca ekstrem, khususnya di wilayah perkotaan padat penduduk seperti Jabodetabek.
“Kesiapsiagaan adalah kunci dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi dan cuaca ekstrem,” demikian pernyataan resmi BMKG dalam rilis peringatan dini terbarunya.
Akses Informasi Resmi BMKG
Untuk memperoleh informasi yang akurat dan terkini, BMKG mengimbau masyarakat agar memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi. Informasi lengkap terkait cuaca, iklim, kualitas udara, gempa bumi, hingga potensi tsunami dapat diakses melalui situs resmi www.bmkg.go.id maupun aplikasi InfoBMKG.
Pemantauan rutin sangat penting mengingat kondisi atmosfer yang dinamis dapat menyebabkan perubahan cuaca secara cepat, termasuk hujan lebat disertai angin kencang dan kilat.
Ajakan Gotong Royong Laporkan Bencana
BMKG juga mengajak masyarakat berperan aktif dalam mitigasi bencana dengan melaporkan kejadian di lingkungan sekitar. Jika masyarakat melihat atau terdampak bencana, laporan dapat disampaikan melalui bit.ly/laporbencanabot.
Laporan dari masyarakat dinilai sangat membantu dalam upaya menjaga keselamatan bersama dan mengurangi risiko bencana. Selain itu, masyarakat juga dapat memantau laporan bencana secara real-time melalui platform PetaBencana.id.
Dengan kolaborasi antara masyarakat dan lembaga terkait, diharapkan dampak cuaca ekstrem di wilayah Jabodetabek dapat diminimalkan.
(DAW)




You must be logged in to post a comment Login