Connect with us

Hallo, Mau Cari Berita Apa Nih?

Newest Indonesia

Gaya Hidup

Mengapa Anak Bisa Menjadi Pemberontak? Psikolog Ungkap Faktor Utamanya

Foto: iStock/Prostock-Studio

Newestindonesia.co.id, Fenomena anak pemberontak kerap menjadi sorotan di tengah masyarakat. Anak yang melawan orang tua, membantah aturan, hingga menunjukkan perilaku agresif sering kali langsung dicap negatif. Padahal, para ahli menyebut perilaku pemberontakan pada anak—terutama remaja—tidak muncul tanpa sebab.

Psikolog perkembangan menjelaskan bahwa fase pemberontakan merupakan bagian dari proses pencarian identitas diri. Anak berusaha menunjukkan kemandirian, menentukan pilihan hidup, serta mencari pengakuan dari lingkungan sekitar.

Namun, ketika perilaku ini berlangsung berlebihan dan mengarah pada tindakan destruktif, kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya masalah yang lebih dalam.

Faktor Penyebab Anak Menjadi Pemberontak

Beberapa faktor yang kerap memicu sikap pemberontakan pada anak antara lain:

Advertisement. Scroll to continue reading.
  1. Kurangnya komunikasi yang sehat
    Anak merasa tidak didengar atau selalu disalahkan, sehingga memilih melawan sebagai bentuk protes.
  2. Pola asuh terlalu otoriter atau terlalu permisif
    Aturan yang terlalu kaku atau sebaliknya, tanpa batasan sama sekali, dapat memicu konflik internal pada anak.
  3. Pengaruh lingkungan dan pergaulan
    Tekanan dari teman sebaya, media sosial, dan lingkungan sekolah turut membentuk perilaku anak.
  4. Masalah emosional yang tidak tersalurkan
    Stres, kecemasan, atau trauma yang tidak ditangani dapat muncul dalam bentuk perilaku memberontak.

Dampak Jika Tidak Ditangani

Jika dibiarkan, sikap pemberontakan yang ekstrem berpotensi berdampak pada prestasi akademik, hubungan sosial, hingga kesehatan mental anak. Tidak sedikit kasus di mana anak menarik diri dari keluarga, terlibat perilaku berisiko, atau mengalami depresi.

Cara Orang Tua Menghadapi Anak Pemberontak

Pakar menyarankan orang tua untuk tidak langsung menghukum atau memarahi anak. Pendekatan yang lebih efektif meliputi:

  • Mendengarkan tanpa menghakimi
  • Menetapkan batasan yang jelas namun fleksibel
  • Memberikan ruang bagi anak untuk berpendapat
  • Mencari bantuan profesional jika diperlukan
Baca juga:  Begadang Terlalu Sering? Waspadai Dampaknya Pada Emosi

Dengan komunikasi yang terbuka dan empati, perilaku pemberontakan dapat diarahkan menjadi proses pendewasaan yang sehat.

Penutup

Anak pemberontak bukanlah musuh dalam keluarga, melainkan sinyal bahwa ada kebutuhan emosional yang belum terpenuhi. Memahami akar permasalahan menjadi langkah awal untuk membangun kembali hubungan yang harmonis antara anak dan orang tua.

(DAW)

Advertisement. Scroll to continue reading.
Newest Indonesia Saluran WhatsApp
Newest Indonesia hadir di Saluran WhatsApp

Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang

Ingin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Berita Lainnya

Kesehatan

Newestindonesia.co.id, Generasi baby boomer yang kini memasuki usia 55 tahun ke atas perlu semakin memperhatikan kondisi kesehatan tubuh. Seiring bertambahnya usia, metabolisme tubuh mulai...

Gaya Hidup

Newestindonesia.co.id, Banyak orang pernah berada di situasi yang sama: dulu sempat dekat, sering chat, bahkan terasa nyaman satu sama lain, tetapi lama-kelamaan komunikasi mulai...

Gaya Hidup

Newestindonesia.co.id, Dalam tradisi masyarakat Jawa, nama bukanlah sekadar deretan huruf atau label identitas yang diberikan orang tua kepada anaknya. Nama dianggap sebagai doa, harapan,...

Gaya Hidup

Newestindonesia.co.id, Bulan Mei 2026 diprediksi menjadi periode penuh dinamika bagi 12 zodiak. Ada yang mulai menemukan jalan menuju kesuksesan, namun tidak sedikit pula yang...

Regional

Newestindonesia.co.id, Anggota Komisi VIII DPR RI Maman Imanulhaq mengecam keras dugaan kasus kekerasan terhadap puluhan anak dan balita di sebuah daycare atau tempat penitipan...

Gaya Hidup

Newestindonesia.co.id, Di era komunikasi digital yang serba cepat, aplikasi pesan instan seperti WhatsApp menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Namun, muncul fenomena menarik di...

Gaya Hidup

Newestindonesia.co.id, Pemahaman mengenai tubuh manusia, khususnya organ reproduksi wanita, masih sering dianggap tabu di berbagai kalangan masyarakat. Salah satu bagian yang kerap disalahpahami adalah...

Gaya Hidup

Newestindonesia.co.id, Di era media sosial yang serba cepat seperti sekarang, kita hampir setiap hari disuguhkan dengan kabar kesuksesan orang lain. Mulai dari teman lama...

Advertisement