Jejak Sejarah Kota Denpasar: Dari Kerajaan Badung Hingga Ibu Kota Bali

0
istockphoto-2191852301-612x612

Foto: iStock/Konstantin Andreev

Harga Emas Hari Ini
Advertisement

Newestindonesia.co.id, Kota Denpasar dikenal sebagai pusat pemerintahan dan perekonomian Pulau Dewata. Namun di balik wajah modernnya, Denpasar menyimpan sejarah panjang yang erat dengan perjuangan, budaya, dan identitas masyarakat Bali.

Asal-usul Nama Denpasar

Nama Denpasar berasal dari kata “den” yang berarti utara dan “pasar” yang berarti pasar. Secara historis, Denpasar merujuk pada wilayah di sebelah utara pasar utama Kerajaan Badung. Pasar ini menjadi pusat aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat sejak abad ke-18.

Sebelum muncul sebagai pusat kekuasaan, wilayah Denpasar merupakan kawasan pertanian subur dengan sistem subak, dipengaruhi budaya Hindu Bali yang kuat sejak era Bali Kuna. Wilayah ini berada dalam pengaruh kerajaan-kerajaan besar seperti Gelgel dan kemudian Klungkung.

Berdirinya Kerajaan Badung

Tokoh Pendiri

Kerajaan Badung berdiri pada akhir abad ke-18 dan menjadi fondasi utama sejarah Denpasar.

Tokoh-tokoh penting pendiri dan penguasa awal Kerajaan Badung:

  • I Gusti Ngurah Jambe Pemecutan
    Pendiri Kerajaan Badung dan penguasa pertama yang memusatkan kekuasaan di Puri Pemecutan.
  • Puri Pemecutan
    Pusat pemerintahan kerajaan dan simbol kekuasaan Badung.

Kerajaan Badung kemudian berkembang pesat karena letaknya yang strategis di jalur perdagangan Bali selatan.

Pembagian Kekuasaan: Puri Pemecutan dan Puri Kesiman

Pada perkembangannya, Kerajaan Badung terbagi menjadi beberapa pusat kekuasaan bangsawan:

Puri Pemecutan

  • Diperintah oleh keturunan I Gusti Ngurah Jambe Pemecutan
  • Menguasai wilayah barat dan pusat Denpasar

Puri Kesiman

  • Dipimpin oleh I Gusti Ngurah Made Agung
  • Menjadi pusat kekuasaan timur Denpasar

Puputan Badung 1906: Titik Balik Sejarah Denpasar

Peristiwa paling monumental dalam sejarah Denpasar adalah Puputan Badung pada 20 September 1906, sebuah perlawanan habis-habisan rakyat dan bangsawan Bali terhadap kolonial Belanda.

Tokoh Utama Puputan Badung

  • I Gusti Ngurah Made Agung
    Raja Badung dari Puri Kesiman, gugur bersama keluarga dan pengikutnya.
  • Anak Agung Ketut Agung
    Tokoh bangsawan yang turut memimpin puputan.
  • Para punggawa, ksatria, dan rakyat Badung yang ikut bertempur tanpa senjata api.
Baca juga:  Insiden Rasis Terjadi Di Bus TransJakarta, Pria Tiba-Tiba Ucapkan “Cina Pergi ke Hotel Saja”

Puputan ini menyebabkan runtuhnya Kerajaan Badung dan membuka jalan bagi administrasi kolonial Belanda di Denpasar.

Denpasar pada Masa Kolonial Belanda

Setelah 1906, Belanda menjadikan Denpasar sebagai pusat pemerintahan administratif Afdeling Zuid Bali. Infrastruktur modern mulai dibangun:

  • Kantor pemerintahan
  • Jalan raya
  • Tata kota kolonial

Namun, nilai adat dan struktur puri tetap bertahan sebagai pusat budaya Bali.

Masa Pendudukan Jepang (1942–1945)

Pada masa Jepang, Denpasar menjadi pusat logistik dan militer. Meski singkat, periode ini memicu tumbuhnya semangat nasionalisme dan perlawanan rakyat Bali.

Denpasar dalam Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

Tokoh penting dari Bali dalam fase ini adalah I Gusti Ngurah Rai, meski pusat perlawanannya berada di luar Denpasar, pengaruh perjuangannya sangat besar bagi masyarakat kota ini.

Denpasar Menjadi Ibu Kota Provinsi Bali

Tonggak penting terjadi pada 27 Februari 1992, ketika Denpasar resmi ditetapkan sebagai ibu kota Provinsi Bali, menggantikan Singaraja.

Alasan Denpasar Dipilih

  • Pusat ekonomi dan pemerintahan
  • Infrastruktur paling lengkap
  • Sejarah sebagai pusat kerajaan dan administrasi

Denpasar Modern: Kota Budaya dan Ekonomi

Kini Denpasar berkembang sebagai:

  • Pusat pemerintahan Bali
  • Kota perdagangan dan jasa
  • Penjaga budaya Bali melalui puri, pura, dan tradisi

Landmark penting modern:

  • Patung Catur Muka
  • Lapangan Puputan Badung

Sejarah Kota Denpasar adalah kisah tentang kerajaan, perlawanan, dan transformasi. Dari pusat Kerajaan Badung, tragedi Puputan Badung 1906, masa kolonial, hingga menjadi ibu kota Provinsi Bali, Denpasar tumbuh sebagai kota yang menyatukan modernitas dan warisan leluhur.

Semangat puputan, keberanian para raja dan rakyat, serta keteguhan adat Bali menjadikan Denpasar bukan sekadar kota administratif, melainkan simbol sejarah dan identitas Bali Selatan.

Research & Editor: DAW

Berita Hukum Dan Kriminal
Advertisement
Baca juga:  Sampah Menggunung Di Pasar Kramat Jati, 33 Truk Dikerahkan

Tinggalkan Balasan