Newestindonesia.co.id, Dua anak dari Kecamatan Gandus, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) harus dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bari setelah terdiagnosis terjangkit penyakit cacingan, penyakit parasitik yang umum terjadi di daerah dengan kondisi sanitasi dan kesehatan masyarakat yang rentan.
Kedua pasien yang masih balita itu adalah Muhammad Kenzo (3,5 tahun) dan kakaknya Muhammad Kavin (6 tahun). Mereka telah menjalani perawatan di RSUD BARI sejak Rabu (14/1/2026) setelah sebelumnya diketahui menderita cacingan melalui pemeriksaan di posyandu setempat.
“Kedua anak laki-laki karena penyakit cacingan dirawat di RSUD Bari sejak Rabu (14/1/2026).” terang Adea Triutami, Humas RSUD Bari kepada detikSumbagsel.
Kondisi Pasien Membaik, Pulang Segera Diperkirakan
Adea menjelaskan, kondisi kedua pasien kini telah menunjukkan perbaikan signifikan setelah mendapatkan serangkaian pemeriksaan oleh dokter spesialis anak.
“Tidak ditemukan kelainan pada anak. Insyaallah besok sudah bisa pulang,” tambahnya.
Kedua balita masuk ke rumah sakit pada pukul 10.00 WIB setelah hasil pemeriksaan awal dari posyandu mengindikasikan infeksi cacing. Keluarga mengatakan gejala telah muncul sejak Desember 2025, sebelum akhirnya dibawa ke fasilitas kesehatan.
Faktor Risiko Cacingan
Menurut keterangan RSUD BARI, kasus kecacingan pada anak ini memiliki faktor risiko sebagaimana umumnya ditemui dalam epidemiologi infeksi cacing parasit, antara lain:
- Sanitasi lingkungan yang buruk
- Akses air bersih yang terbatas
- Pendidikan kesehatan keluarga yang rendah
- Kebiasaan tidak mencuci tangan
- Tidak memakai alas kaki
- Status gizi atau sistem imun yang kurang optimal pada anak
“Faktor penyebab cacingan yang terjadi di dua anak ini seperti faktor risiko pada umumnya kasus cacingan,” pungkas Adea.
Catatan Epidemiologi
Infeksi cacing parasit, termasuk yang diderita kedua balita ini, tergolong soil-transmitted helminthiasis (STH) — penyakit yang umum di wilayah tropis dengan sanitasi rendah. Penularan biasanya melalui tanah yang tercemar telur atau larva cacing, air minum yang tidak bersih, serta makanan yang terkontaminasi.
Kasus serupa bahkan pernah menimbulkan komplikasi berat pada anak di daerah lain di Indonesia, menunjukkan pentingnya deteksi dini dan pengendalian lingkungan serta pola hidup bersih.
Dokter dan tenaga kesehatan merekomendasikan pemeriksaan kesehatan rutin lewat posyandu dan intervensi sanitasi untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Editor: DAW




You must be logged in to post a comment Login