Newestindonesia.co.id, Pemerintah Venezuela mengungkapkan bahwa sedikitnya 100 orang tewas dalam operasi militer Amerika Serikat (AS) yang bertujuan menangkap Presiden Nicolas Maduro di ibu kota Caracas awal pekan ini. Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Venezuela, Diosdado Cabello, dalam konferensi yang disiarkan secara nasional.
“Sejauh ini — dan maksud saya sejauh ini — ada 100 orang tewas dan jumlah yang sama terluka. Serangan terhadap negara kita sangat mengerikan,” ujar Cabello.
Menurut pemerintah Venezuela, angka tersebut merupakan jumlah keseluruhan korban yang jatuh akibat agresi militer itu, baik dari pihak militer maupun pihak lainnya, meskipun detail rinci mengenai proporsi antara militer dan sipil belum dijelaskan.
Kronologi dan Dampak Operasi
Operasi militer yang dilakukan oleh pasukan AS terjadi pada 3 Januari 2026, saat pasukan khusus melancarkan serangan udara dan darat di Caracas dengan tujuan menangkap Maduro di tempat persembunyinya. Presiden Venezuela dan istrinya, Cilia Flores, terluka namun kini dilaporkan sedang dalam masa pemulihan.
Sebelumnya, militer Venezuela sendiri telah merilis data awal terkait jumlah personel keamanan yang tewas dalam operasi, termasuk puluhan tentara Venezuela dan anggota pasukan Kuba yang bertugas di negara itu.
Reuters juga melaporkan bahwa dari total korban tewas, termasuk sekitar dua lusin personel militer Venezuela dan puluhan anggota militer serta intelijen Kuba yang tewas dalam operasi tersebut.
Reaksi Pemerintah Venezuela dan Langkah Politik
Pemerintah interim Venezuela yang dipimpin oleh Delcy Rodríguez telah mendeklarasikan masa berkabung nasional tujuh hari untuk menghormati para personel militer yang gugur akibat serangan itu. Perdana pernyataan jumlah korban tewas ini memicu kecaman keras dari Caracas, yang menilai serangan AS sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan negara.
Belum ada pernyataan resmi dari pemerintah AS mengenai angka 100 korban yang diklaim oleh Venezuela ini, dan perbedaan angka jumlah korban menjadi poin penting yang sedang diperdebatkan dalam pemberitaan internasional.
Tanggapan Internasional dan Reaksi Global
Aksi militer tersebut telah menarik perhatian dunia internasional. Beberapa negara dan organisasi global menyatakan keprihatinan atas eskalasi kekerasan serta potensi pelanggaran hukum internasional.
Amerika Serikat, di sisi lain, menyatakan operasi itu sebagai bagian dari upaya penegakan hukum dan keamanan regional, namun detail lebih lanjut tentang jumlah korban dan hukum internasional terus menjadi sorotan komunitas dunia.
Kesimpulan
- Venezuela menyatakan 100 orang tewas dalam operasi militer AS yang menangkap Presiden Maduro.
- Pemerintah Venezuela menganggap operasi itu sebagai serangan agresif terhadap kedaulatan nasional.
- Operasi ini menuai kecaman internasional serta perdebatan tentang legalitas dan konsekuensi geopolitik lebih lanjut.
Sumber: Berbagai Sumber, Editor: DAW




You must be logged in to post a comment Login