Newestindonesia.co.id, Desa Cikaso di Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, menjadi contoh nyata transformasi desa berbasis potensi lokal. Berawal dari sektor pertanian, kini desa tersebut berkembang menjadi destinasi wisata melalui kawasan Sawah Lope.
Dilansir melalui detikTravel, Desa ini berada di dataran rendah dengan ketinggian sekitar 500 meter di atas permukaan laut dan memiliki kondisi tanah yang subur. Faktor tersebut menjadikan sektor pertanian sebagai tulang punggung utama masyarakat sekaligus fondasi pengembangan pariwisata.
Tercatat, Desa Cikaso memiliki lahan pertanian seluas 107 hektare dan hortikultura sekitar 42,5 hektare. Potensi ini kemudian dioptimalkan tidak hanya untuk produksi pangan, tetapi juga dikembangkan menjadi daya tarik wisata berbasis alam.
Berawal dari Desa Pertanian
Mayoritas warga Desa Cikaso berprofesi sebagai petani. Ketersediaan air yang melimpah serta tanah yang subur membuat aktivitas pertanian menjadi bagian dari kehidupan sekaligus tradisi turun-temurun masyarakat.
Nama “Cikaso” sendiri berasal dari bahasa Sunda, yakni “ci” atau “cai” yang berarti air dan “kaso” yang merujuk pada pohon kaso. Nama tersebut menggambarkan identitas desa yang kaya akan sumber air.
Desa ini juga memiliki tujuh mata air, yaitu Cilangga, Cinangsi, Cibango, Cimalayan, Cipasantren, Cihanyir, dan Cikabulakan. Keberadaan sumber air tersebut tidak hanya menjadi penopang kehidupan warga, tetapi juga memiliki nilai historis dan kultural.
Sawah Lope Jadi Ikon Wisata
Transformasi Desa Cikaso semakin terlihat sejak pengembangan kawasan wisata Sawah Lope, yang mulai dirintis pada masa pandemi COVID-19.
Kawasan seluas sekitar 11.470 meter persegi ini mengusung konsep wisata persawahan terbuka dengan latar panorama Gunung Ciremai. Area tersebut tidak hanya difungsikan sebagai lahan pertanian, tetapi juga ruang publik untuk rekreasi, olahraga, hingga kegiatan sosial masyarakat.
Pengelola juga melengkapi fasilitas wisata, mulai dari gazebo, pusat informasi, area kuliner, toilet, musala, hingga area parkir. Kehadiran fasilitas ini mendukung kenyamanan pengunjung sekaligus memperpanjang lama tinggal wisatawan.
Selain itu, wisatawan dapat menikmati kuliner khas desa seperti nasi liwet dan berbagai jajanan tradisional yang dijajakan langsung oleh warga.
Pengelola melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) menjelaskan bahwa nama “Lope” merupakan singkatan dari “Lokasi Persawahan”, meskipun kerap diasosiasikan dengan kata “love” karena keindahan alamnya.
Dorong Ekonomi Warga
Pengembangan wisata Sawah Lope tidak hanya meningkatkan daya tarik desa, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Aktivitas wisata mendorong tumbuhnya usaha mikro, mulai dari kuliner, penyewaan fasilitas, hingga jasa pendukung pariwisata lainnya. Hal ini menjadikan sektor pariwisata sebagai pelengkap penting bagi ekonomi berbasis pertanian di Desa Cikaso.
Panorama dan Daya Tarik Alam
Keindahan Desa Cikaso semakin kuat dengan latar Gunung Ciremai yang menjadi daya tarik visual utama. Kombinasi hamparan sawah hijau dengan lanskap pegunungan menciptakan panorama yang banyak dimanfaatkan wisatawan sebagai spot fotografi.
Prestasi Nasional
Keberhasilan Desa Cikaso dalam mengelola potensi lokal mendapat pengakuan nasional. Desa ini meraih Juara 2 dalam ajang Desa BRILiaN tingkat nasional tahun 2023.
Dalam ajang tersebut, Desa Cikaso juga memperoleh dukungan pengembangan sebesar Rp750 juta. Dana tersebut digunakan untuk pengembangan fasilitas wisata, termasuk pembangunan villa, gazebo, serta kolam renang di kawasan Sawah Lope.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login