“Biasanya saat kamu dijahit … kamu melihat bayimu dan berpikir, ‘Lihat bayi cantik kita’ … tapi saat itu aku terbaring sendirian. Dalam kondisi masih dibius…” kenangnya tentang pengalaman traumatisnya melahirkan.
Ia juga berbicara tentang kelelahan ekstrem dan serangan panik yang dialami setelah melahirkan anak kedua, Barry, yang turut memengaruhi keputusannya mencari metode lain untuk melahirkan anak ketiga.
Mengingat faktor medis dan psikologis tersebut, surrogacy dipilih sebagai langkah yang paling aman demi kesehatan ibu dan bayi, setelah berdiskusi intensif dengan tenaga medis.
Respons Publik dan Perdebatan tentang Surrogacy
Keputusan Trainor pun memicu beragam respons dari publik global. Di satu sisi, banyak penggemar yang mengucapkan selamat dan dukungan kepada keluarga Trainor atas kelahiran Mikey Moon.
Namun, beberapa komentar netizen juga muncul di media sosial menanggapi pilihan menggunakan ibu pengganti, termasuk tudingan yang tidak berdasar menyatakan Trainor hanya mempertimbangkan “penampilan tubuh” sebagai alasan surrogacy — sesuatu yang dibantah oleh pengamat dan dokter bahwa keputusan tersebut berakar pada pertimbangan kesehatan dan keselamatan.
Dalam wawancara lanjutan, Trainor menegaskan bahwa surrogacy adalah “cara indah lain untuk membangun keluarga” dan tidak pantas mendapatkan stigma atau penilaian negatif.




You must be logged in to post a comment Login