Newestindonesia.co.id, Perjalanan hidup mantan model majalah dewasa Playboy, Kourtney Reppert, menunjukkan bagaimana karier yang bergantung pada penampilan bisa berubah drastis dalam waktu singkat. Setelah pernah menikmati kehidupan glamor di puncak popularitasnya pada awal 2000-an, Reppert mengaku sempat mengalami masa sulit hingga tidak memiliki tempat tinggal.
Pada masa kejayaannya, Reppert dikenal sebagai salah satu model yang sering tampil di majalah Playboy. Popularitasnya membuat ia merasakan kehidupan mewah, termasuk menghadiri berbagai pesta selebriti dan tinggal di Playboy Mansion milik Hugh Hefner bersama sejumlah tokoh terkenal.
Namun lebih dari satu dekade kemudian, kehidupan perempuan yang kini berusia 39 tahun itu berubah drastis. Ia mengungkapkan bahwa karier yang bertumpu pada penampilan fisik memiliki risiko besar ketika waktu dan tren berubah.
“Kamu dihargai karena penampilanmu, bukan karena siapa diri Anda. Dan ketika itu menjadi fondasi identitas Anda, semuanya terasa sangat rapuh,” ujarnya seperti dikutip dari DailyMail.
Reppert juga menyoroti anggapan publik yang sering mengaitkan kecantikan dengan kehidupan yang stabil dan mapan. Menurutnya, anggapan tersebut tidak selalu sesuai dengan kenyataan.
“Banyak orang mengira menjadi cantik berarti hidup Anda aman. Padahal tidak. Kecantikan memudar, tren berubah, dan jika hanya itu yang kamu miliki, kamu bisa berada dalam posisi yang sangat rentan,” katanya.
Kehilangan Rumah akibat Kebakaran
Titik terendah dalam hidup Reppert terjadi pada 2018. Saat itu, rumahnya di California hancur akibat kebakaran hutan yang melanda wilayah tersebut. Peristiwa tersebut membuatnya kehilangan tempat tinggal dan harus memulai hidup kembali dari nol.
“Saya harus memulai lagi dari awal tanpa apa pun. Tidak ada jaring pengaman. Tidak ada rencana. Hanya ketahanan diri,” ungkap Reppert.
Dalam beberapa bulan setelah kejadian tersebut, ia harus berpindah-pindah tempat tinggal. Reppert mengaku sempat tinggal di hotel murah hingga menumpang di rumah teman karena tidak memiliki tempat tinggal tetap.
Meski menghadapi masa sulit, pengalaman tersebut justru mengubah cara pandangnya terhadap kehidupan dan karier.
Pesan untuk Model Muda
Setelah melewati masa sulit tersebut, Reppert kini lebih sering berbagi pengalaman kepada model-model muda. Ia mengingatkan bahwa karier di industri modeling tidak selalu bertahan lama dan seseorang perlu memiliki rencana masa depan di luar penampilan fisik.
Reppert menilai banyak orang masih percaya bahwa seseorang harus memilih satu jalur karier sejak usia muda dan menjalankannya sepanjang hidup. Menurutnya, pola pikir tersebut tidak lagi relevan dengan kondisi saat ini.
“Gagasan bahwa kamu memilih satu jalan di usia 18 tahun dan menjalankannya selamanya itu tidak realistis. Terutama bagi perempuan, yang sering mengalami jeda karier, tanggung jawab merawat keluarga, atau bekerja di industri yang memang tidak bertahan lama,” katanya.
Kini, pengalaman pahit yang pernah dialaminya menjadi pengingat bahwa kesuksesan di industri hiburan tidak selalu menjamin kestabilan hidup di masa depan. Bagi Reppert, membangun identitas dan kemampuan di luar penampilan menjadi hal penting agar seseorang tetap memiliki arah ketika karier berubah.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login