Newestindonesia.co.id, Penyanyi dan selebritas Denada Elizabeth Anggia Ayu Tambunan akhirnya buka suara secara terbuka mengenai isu yang telah lama menyita perhatian publik: pengakuan hubungan biologisnya dengan Ressa Rizky Rossano. Melalui sebuah video emosional yang diunggah di akun Instagram pribadinya pada Senin (2/2/2026), Denada menyatakan bahwa Ressa adalah anak kandungnya, sekaligus menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas keputusan sulit di masa lalu.
Dalam video berdurasi beberapa menit tersebut, Denada tampak menahan tangis saat mengatakan:
“Saat ini, saya cuma bisa berdoa dan saya hanya bisa berharap semoga Ressa mau memaafkan saya dan menerima saya, ibu kandungnya, dengan segala kekurangan saya,” dikutip melalui detikHot.
Wanita berusia 47 tahun itu mengakui dirinya bukanlah sosok ibu yang sempurna dan menyatakan kesiapannya untuk memperbaiki diri demi masa depan Ressa dan juga anak-anak lainnya. Ia menambahkan bahwa kondisi mentalnya di masa lalu membuatnya merasa tidak layak menjadi orang tua secara langsung, sehingga pada akhirnya memilih untuk menyerahkan Ressa kepada pihak lain.
“Kesalahan dan Kebodohan Saya”
Denada secara tegas mengakui bahwa menyembunyikan status Ressa sebagai anak kandung selama bertahun-tahun adalah sebuah kesalahan dan kekhilafan. Ia menyebut hal itu sebagai “kebodohan saya” dan menyampaikan permintaan maaf sedalam-dalamnya:
“Itu kesalahan saya, itu kebodohan saya, itu kekhilafan saya, dan saya minta maaf.”
Selain kepada Ressa, Denada juga meminta maaf kepada keluarga besarnya, termasuk kepada almarhumah ibunya, Emilia Contessa, serta adik-adiknya. Ia berharap langkah ini menjadi bagian dari proses untuk memperbaiki hubungan keluarga dan mendapatkan pengampunan.
Ressa: “Jangan Diboikot… Kasihan Ibu”
Tak hanya Denada yang bersuara. Ressa Rizky Rossano sendiri kemudian muncul di hadapan awak media saat menjadi narasumber di sebuah acara talkshow pagi hari ini. Dengan suara bergetar dan meneteskan air mata, Ressa meminta agar publik tidak memboikot Denada meskipun kontroversi ini sempat memicu reaksi keras netizen.
“Gak mau, jangan (diboikot). Kasihan… bagaimanapun itu ibu Ressa,” ujar Ressa dengan nada sesenggukan kepada wartawan. “Di mata Ressa, ibu gak pernah salah. Cuma Ressa kecewa saja, itu aja.”
Ressa menegaskan bahwa tujuannya datang ke publik bukan untuk menciptakan konflik, melainkan ingin mendapatkan pengakuan secara langsung dari ibu kandungnya, agar hati dan pikirannya bisa lebih tenang setelah sekian lama merasakan ketidakpastian.
Drama Hukum dan Gugatan Rp 7 Miliar
Permasalahan ini tidak hanya berakhir pada pengakuan dan permintaan maaf. Drama hubungan Denada dan Ressa telah memasuki ranah hukum di Pengadilan Negeri Banyuwangi, di mana Ressa sebelumnya mengajukan gugatan dengan nilai tuntutan mencapai sekitar Rp 7 miliar atas dugaan penelantaran anak.
Pengacara Ressa, Dino Rossano Hansa, menegaskan bahwa angka tersebut bukanlah tujuan utama dari gugatan, melainkan bagian dari strategi hukum untuk mendapatkan pengakuan dan keadilan. Ia menyatakan percaya diri akan kekuatan bukti yang dimiliki, dan membuka peluang negosiasi jika pihak Denada menunjukkan itikad baik.
Sejak pengakuan Denada viral di media sosial, respons publik sangat beragam. Sebagian netizen menunjukkan dukungan terhadap Ressa dan langkahnya menuju pengakuan identitas, sementara sebagian lain meminta agar Denada diberikan ruang untuk introspeksi serta tidak langsung menjadi sasaran sanksi sosial.
Peristiwa ini turut menjadi bahan diskusi luas di media dan platform berita daring, mencerminkan betapa kuatnya dinamika emosi, hukum, serta sosial dalam kasus pengakuan hubungan keluarga.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti Sekarang



You must be logged in to post a comment Login