Newestindonesia.co.id, Perawatan mobil yang paling dasar namun sering diabaikan adalah ganti oli mesin. Padahal, oli berfungsi sebagai pelumas, pendingin, pembersih kotoran, hingga pelindung komponen mesin dari gesekan berlebih. Jika terlambat mengganti oli, performa mesin bisa menurun drastis bahkan berisiko rusak permanen.
Lalu, sebenarnya ganti oli mobil sebaiknya berapa bulan sekali? Jawabannya tidak selalu sama untuk semua mobil — tergantung jenis oli, pola pemakaian, dan kondisi berkendara.
Berikut panduan lengkap yang bisa kamu jadikan acuan.
Rata-Rata Waktu Ideal Ganti Oli Mobil
Secara umum, bengkel dan produsen mobil merekomendasikan:
| Jenis Oli | Waktu Penggantian |
|---|---|
| Oli mineral | 3–4 bulan sekali |
| Oli semi sintetis | 5–6 bulan sekali |
| Oli full sintetis | 6–8 bulan sekali |
Namun selain waktu, jarak tempuh juga penting:
- Setiap 5.000 km (oli mineral)
- Setiap 7.000–10.000 km (oli sintetis)
Mana yang tercapai lebih dulu, bulan atau kilometer, itulah waktu ganti oli.
Faktor yang Membuat Oli Harus Diganti Lebih Cepat
Beberapa kondisi mempercepat kualitas oli menurun:
- Sering terjebak macet
- Perjalanan jarak pendek tapi sering
- Berkendara di daerah panas & berdebu
- Mesin sering bekerja berat (tanjakan, muatan penuh)
Kalau mobilmu dipakai harian di kota besar, sebaiknya jangan menunggu terlalu lama meski jarak belum jauh.
Ciri-Ciri Oli Mobil Sudah Harus Diganti
Kamu bisa mengenali dari tanda-tanda berikut:
- Warna oli berubah hitam pekat & kental
- Mesin terasa lebih kasar
- Suara mesin lebih berisik
- Tarikan mobil berat
- Konsumsi BBM terasa boros
Kalau sudah muncul gejala ini, jangan tunda ganti oli meski belum waktunya.
Perbedaan Jenis Oli dan Pengaruhnya ke Jadwal Ganti
1. Oli Mineral
Terbuat dari minyak bumi murni. Cepat teroksidasi dan cocok untuk mobil lama. Harus sering diganti.
2. Oli Semi Sintetis
Campuran mineral & sintetis. Lebih awet dan stabil.
3. Oli Full Sintetis
Paling tahan panas, bersih, dan performa tinggi. Cocok untuk mobil modern.
Makin bagus kualitas oli, makin panjang interval penggantiannya.
Risiko Kalau Telat Ganti Oli
Terlambat mengganti oli bisa menyebabkan:
- Mesin cepat panas
- Gesekan berlebih antar komponen
- Penumpukan kerak mesin
- Turunnya tenaga mobil
- Kerusakan mesin yang mahal diperbaiki
Dalam jangka panjang, biaya servis bisa jauh lebih besar dibanding rutin ganti oli.
Tips Praktis Supaya Tidak Lupa Ganti Oli
- Catat kilometer terakhir ganti oli
- Pasang reminder di HP tiap 4–6 bulan
- Tempel stiker servis di kaca depan
- Cek oli minimal 2 minggu sekali
Perawatan kecil ini bisa memperpanjang usia mesin bertahun-tahun.
Kesimpulan: Ganti Oli Mobil Idealnya…
- Rata-rata setiap 3–6 bulan sekali
- Atau setiap 5.000–10.000 km
- Sesuaikan dengan jenis oli & kondisi pemakaian
Kalau ragu, lebih baik ganti lebih cepat daripada telat.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login