Newestindonesia.co.id, Manchester United diprediksi akan menghadapi fase finansial yang lebih menguntungkan pada tahun 2026, membuka peluang signifikan bagi klub untuk kembali memperkuat skuat di bursa transfer mendatang. Situasi ini muncul di tengah kebutuhan Setan Merah untuk menciptakan keseimbangan antara performa di lapangan dan stabilitas ekonomi klub.
Potensi Pemasukan Besar dari Penjualan Pemain
Salah satu sumber pemasukan terbesar yang diantisipasi klub berasal dari aktivitas jual-beli pemain. Beberapa pemain yang tengah dipinjamkan di klub lain menunjukkan performa yang menarik dan berpeluang menghasilkan dana besar untuk MU:
- Rasmus Højlund: Penyerang muda yang dipinjamkan ke Napoli tampil konsisten dan menarik minat klub Italia tersebut untuk menebus kontraknya secara permanen dengan nilai transfer yang cukup tinggi.
- Marcus Rashford: Meski masa peminjamannya di Barcelona belum berakhir, Rashford menunjukkan statistik gol dan assist yang produktif. Performanya membuka kemungkinan klub peminat lain untuk menebusnya — potensi yang bisa menjadi arus kas besar bagi MU.
- Mason Greenwood: Meskipun Marseille sudah membeli Greenwood musim lalu, klausul penjualan kembali menempatkan MU berhak atas 50% dari transfer berikutnya, yang bisa mencapai nilai tinggi jika klub peminat serius dari Arab Saudi melakukan pendekatan.
Manajemen Gaji dan Beban Finansial
Selain pendapatan dari penjualan pemain, United juga berpeluang mengurangi beban gaji dengan melepas pemain yang tidak lagi menjadi bagian dari rencana masa depan klub. Jadon Sancho, misalnya, diprediksi akan dilepas ketika kontraknya habis pada pertengahan 2026 — langkah yang meskipun tidak mendatangkan uang transfer langsung, tetap menghadirkan penghematan signifikan dari sisi gaji pemain.
Situasi Keuangan Klub Saat Ini
MU memang tengah menjalani periode restrukturisasi finansial. Laporan keuangan terbaru mengungkap bahwa klub berhasil menunjukkan profit operasi, meskipun berada di luar kompetisi Eropa pada musim berjalan. Hal ini mencerminkan upaya efisiensi yang signifikan, termasuk pengurangan biaya dan penyesuaian dalam struktur organisasi.
Manajemen klub melalui CEO Omar Berrada menyatakan bahwa langkah-langkah tersebut bukan hanya untuk menyehatkan neraca keuangan, tetapi juga untuk mempersiapkan landasan yang lebih kuat bagi investasi di lini sepakbola dan kegiatan komersial di masa depan.
Strategi Transfer dan Target Bursa
Di tengah peluang finansial yang semakin terbuka, MU dikabarkan tengah memikirkan kembali strategi mereka di pasar transfer. Klub diyakini akan lebih selektif dalam pengeluaran, sambil terus mencari pemain yang tepat untuk mengisi kebutuhan posisi yang dianggap paling mendesak — terutama di lini tengah.
Sebelumnya, kabar dari media asing menyebut bahwa United akan memiliki anggaran transfer besar, sekitar £200 juta, namun dengan syarat utama — klub harus menghasilkan pendapatan terlebih dahulu melalui penjualan pemain sebelum mengeluarkan dana besar lagi.
Tantangan dan Peluang Jangka Panjang
Situasi ini tentu bukan tanpa tantangan. Manchester United harus bisa menyeimbangkan kebutuhan memperbaiki performa di lapangan dengan kewajiban memenuhi regulasi finansial dan harapan suporter. Ketiadaan kompetisi Eropa musim ini menjadi tekanan tersendiri karena berdampak pada pemasukan dari hak siar dan sponsor, yang biasanya menyumbang porsi signifikan dalam pendapatan klub.
Namun, jika strategi penjualan pemain dan pengelolaan anggaran berjalan sesuai rencana, tahun 2026 bisa menjadi titik balik finansial yang kuat bagi Setan Merah. Ini tak hanya membuka ruang bagi belanja pemain berkualitas, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi jangka panjang klub yang terkenal di dunia sepakbola.
Editor: DAW




You must be logged in to post a comment Login