Connect with us

Hallo, Mau Cari Berita Apa Nih?

Newest Indonesia

Internasional

Iran Siap Menghentikan Serangan Jika Israel Juga Hentikan Serbuan

Foto: AP Photo/Frank Franklin II

Newestindonesia.co.id, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, Ahad (15/6), menyatakan pihaknya siap menghentikan serangan terhadap Israel jika Tel Aviv juga menghentikan serbuannya terhadap Teheran.

Berbicara di hadapan para duta besar asing di Teheran, Araghchi menegaskan bahwa perang ini “dipaksakan” kepada Iran dan Teheran tidak punya pilihan selain merespons.

“Pertahanan kami sepenuhnya sah dan akan dilakukan dengan kekuatan, semata-mata sebagai respons atas agresi,” ujarnya. “Jika serangan dihentikan, aksi balasan Iran juga akan berakhir.”

Ketegangan antara Iran dan Israel meningkat tajam setelah serangan udara terkoordinasi yang dilakukan militer Zionis pada sejumlah lokasi di Teheran, termasuk fasilitas militer dan nuklir, pada Jumat (13/6) lalu, yang segera dibalas Iran dalam hitungan jam.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Pada Sabtu (14/6) malam, Iran meluncurkan gelombang kedua operasi True Promise III, terutama menyasar fasilitas ekonomi dan industri di kota pelabuhan Israel, Haifa. Sementara itu, Israel kembali membalas dengan menyerang Kementerian Pertahanan dan depot minyak di Teheran.

Iran menyebutkan sebanyak 78 orang tewas pada hari pertama serangan Israel, dan puluhan lainnya, termasuk anak-anak, menjadi korban pada hari kedua.

Konflik tersebut menyebabkan terhentinya negosiasi nuklir tidak langsung antara Iran dan Amerika Serikat yang dimediasi Oman. Putaran keenam pembicaraan itu dijadwalkan berlangsung pada Minggu di Muskat.

Araghchi menyebut agresi Israel tidak mungkin terjadi tanpa koordinasi dan dukungan dari Amerika Serikat, dan hal itu menjadi salah satu alasan utama kegagalan pembicaraan nuklir.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Ia menegaskan bahwa Iran memiliki “bukti kuat dan meyakinkan” bahwa pasukan dan pangkalan militer AS di kawasan telah mendukung serangan Israel.

Menlu Iran itu mengutip pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengatakan bahwa serangan “tidak mungkin terjadi tanpa peralatan Amerika,” dan mengisyaratkan akan ada “tahapan selanjutnya” sebagai bukti tambahan atas keterlibatan AS.

Baca juga:  Menkum Sebut RUU Perampasan Aset Masih Jadi Inisiatif Pemerintah, Konsep Dan Draf RUU Sudah Diajukan

Terkait bantahan AS soal keterlibatannya dalam serangan Israel terhadap fasilitas nuklir Natanz di Provinsi Isfahan, Araghchi menyatakan bahwa Iran menolak klaim tersebut karena ada “bukti yang saling bertentangan.”

“Jika AS benar-benar tidak terlibat, seharusnya AS mengutuk serangan ini secara tegas dan terbuka,” katanya seraya menambahkan bahwa pesan-pesan tertutup tidak cukup.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Ia juga mendesak komunitas internasional untuk mengakui pelanggaran hukum internasional yang dilakukan Israel.

Araghchi menuding Israel telah “berulang kali menyabotase negosiasi nuklir,” termasuk insiden sabotase di fasilitas pengayaan Natanz pada 2020 saat berlangsungnya pembicaraan Wina untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015.

Ia menyebut Iran merespons insiden tersebut dengan meningkatkan pengayaan uranium hingga 60 persen dan mengganti sentrifugal yang rusak dengan model yang lebih canggih.

Meskipun mengalami berbagai provokasi, Araghchi menegaskan bahwa Iran tetap mengikuti negosiasi dengan AS secara itikad baik, bahkan telah melakukan lima putaran pembicaraan dan menyiapkan usulan tandingan untuk menjembatani perbedaan guna mencapai kesepakatan.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa Israel tetap menentang setiap kesepakatan nuklir dan aktif berupaya menggagalkan jalur diplomasi.

Sebagai tanggapan atas serangan terbaru terhadap Natanz, Iran secara resmi meminta Badan Energi Atom Internasional (IAEA) untuk menggelar sidang luar biasa, menyebut serangan Israel itu sebagai “garis merah” dalam hukum internasional yang kini telah dilanggar.

Sumber: Antara/Anadolu

Advertisement. Scroll to continue reading.
Newest Indonesia Saluran WhatsApp
Newest Indonesia hadir di Saluran WhatsApp

Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang

Ingin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Berita Lainnya

Internasional

Newestindonesia.co.id, Emir Kuwait, Sheikh Meshal al-Ahmad al-Sabah, mengecam keras serangan yang dilancarkan Iran terhadap negaranya. Serangan tersebut dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 12 orang dan...

Finansial

Newestindonesia.co.id, Kenaikan harga minyak dunia akibat konflik geopolitik di Timur Tengah mendorong berbagai negara mencari alternatif energi yang lebih stabil. Presiden Prabowo Subianto menilai...

Internasional

Newestindonesia.co.id, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberi sinyal bahwa konflik militer melawan Iran kemungkinan akan segera berakhir. Trump bahkan menyebut operasi militer yang...

Nasional

Newestindonesia.co.id, Presiden Prabowo Subianto menyatakan akan memberikan taklimat kepada seluruh masyarakat Indonesia dalam waktu dekat. Taklimat tersebut bertujuan menjelaskan kondisi geopolitik dunia yang saat...

Internasional

Newestindonesia.co.id, Sebuah video baru yang muncul di media sosial memperkuat dugaan bahwa rudal Amerika Serikat menghantam kompleks dekat sebuah sekolah dasar di kota Minab,...

Internasional

Newestindonesia.co.id, Iran resmi memiliki pemimpin tertinggi baru setelah Majelis Pakar menunjuk Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei sebagai pengganti ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei. Penunjukan tersebut...

Internasional

Newestindonesia.co.id, Operasi militer Israel di wilayah timur Lebanon untuk mencari petunjuk tentang navigator angkatan udara yang hilang hampir 40 tahun lalu berakhir dengan bentrokan...

Internasional

Newestindonesia.co.id, Jet tempur siluman F-35 milik Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) berhasil menembak jatuh drone kamikaze buatan Iran dalam operasi militer di Timur Tengah....

Advertisement