Newestindonesia.co.id, Film horor komedi Setannya Cuan akhirnya siap tayang di bioskop Indonesia pada 5 Maret 2026. Film ini menjadi salah satu karya yang paling dinanti karena menampilkan akting terakhir komika Babe Cabita sebelum meninggal dunia.
Film tersebut mengangkat kisah satir mengenai godaan untuk menjadi kaya secara instan, teror gaib, hingga refleksi kehidupan yang relevan dengan realitas masyarakat. Selain menghadirkan unsur horor dan komedi, Setannya Cuan juga menyimpan cerita emosional bagi para pemain dan kru karena menjadi salah satu karya terakhir Babe Cabita di layar lebar.
Film ini sebenarnya telah diproduksi sejak 2019, namun penayangannya sempat tertunda cukup lama hingga akhirnya bisa dirilis hampir tujuh tahun kemudian.
Proses Syuting Penuh Tantangan
Sutradara Jay Sukmo mengenang proses produksi film yang tidak mudah, terutama saat syuting di kawasan Malabar, Bandung, dengan suhu yang sangat dingin.
“Kenangannya kita dingin-dingin bareng, sampai 14 derajat pernah itu. Kita di lokasi pakai selimut hotel bareng-bareng karena kedinginan,” ujar Jay Sukmo saat gala premiere di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan dikutip melalui detikPop.
Lokasi syuting yang terpencil juga membuat para pemain harus menghadapi berbagai keterbatasan, termasuk minimnya sinyal komunikasi dan cuaca yang ekstrem.
Kisah Umar, Anak Ustaz yang Terjerumus Togel
Dalam film ini, aktor Ben Kasyafani memerankan karakter Umar, seorang anak ustaz yang justru terjerumus dalam perjudian togel.
“Iya, perannya jadi Umar. Kalau gak salah tuh dia sebenarnya karakter anaknya ustaz ya, tapi dia memang film ini memotret kecenderungan orang untuk bermain togel dan yang mistik-mistiklah di tahun itu, karena setting-nya tahun lama. Terus ya itu, filmnya syutingnya lama banget,” kata Ben Kasyafani.
Ben juga mengaku terkejut saat mengetahui film tersebut akhirnya bisa tayang setelah menunggu bertahun-tahun.
“Tujuh tahun dari tahun 2019. Saya juga cukup kaget pas dikasih tahu akhirnya film ini tayang. Lucunya karena nunggu sekian lama, baru sekarang film itu bisa tayang karena terhalang COVID. Jadi kita waktu itu gak ada sinyal, gak bisa komunikasi. Jadi makanya para pemain cukup solid karena kita harus cari api, kita kedinginan. Udah dibilangin suruh bawa jaket, tapi kita bawa jaket biasa, ternyata lebih dinginnya kayak di gunung es. Terus kita cari warga untuk main api unggun atau bakar jagung, jadi kita cukup akrab,” jelas Ben Kasyafani.
Karakter Preman Kampung
Aktor Dimas Andrean dalam film ini memerankan karakter yang sangat berbeda dari kehidupan sehari-harinya, yakni seorang preman kampung dengan logat Sunda.
“Wataknya jauh, jauh sekali. Itu bener-bener preman kampung lah kasarnya. Logatnya logat bahasa Sunda. Sebenarnya nggak ngafalin sih, kan kita baca sudah berapa kali, ada reading. Jadi ya sudah paham,” kata Dimas Andrean.
Kenangan Tizza Radia Bersama Babe Cabita
Aktris Tizza Radia juga mengenang kebersamaannya dengan Babe Cabita selama proses syuting. Dalam film ini, keduanya berperan sebagai pasangan suami-istri.
“Kalau buat aku kenangan bersama Babe, karena di film ini perannya kami sebagai suami-istri tentu sering ketemu di scene. Dari lokasi penginapan ke set itu 1,5 jam dengan kondisi jalan rusak, dan aku selalu bareng dengan Babe. Dia adalah lawan main yang mendukung lawan mainnya untuk tampil sebaik mungkin. Tidak berdiri sendiri,” ujar Tizza.
Ia juga mengingat momen kebersamaan para pemain saat bulan Ramadan.
“Waktu itu ada hari selesai jam 4 sore sebelum buka puasa. Kami yang pemeran cewek-cewek juga masak bareng. Jadi memang di dalam dan di luar set itu kedekatannya luar biasa,” lanjutnya.
Satir Tentang Obsesi Kaya Instan
Sutradara Sahrul Gibran menegaskan bahwa film ini tidak sekadar menawarkan hiburan horor-komedi, tetapi juga menyelipkan kritik sosial mengenai obsesi manusia terhadap kekayaan instan.
“Lapisan terdalamnya adalah satir tentang manusia yang ingin segalanya instan. Kami ingin penonton tertawa, terkejut, tapi juga pulang dengan perenungan,” ujarnya.
Film ini juga menyoroti fenomena masyarakat yang tergoda mencari kekayaan lewat cara mistis seperti pesugihan, perjudian, hingga praktik gaib lainnya.
Sinopsis Singkat
Setannya Cuan menceritakan persaingan dua jawara kampung, Adang dan Asep, yang berebut kursi lurah. Kemenangan Adang justru berujung petaka ketika ia bangkrut dan ditinggal istrinya, sementara Asep justru mendadak kaya.
Rahasia kekayaan Asep ternyata berkaitan dengan praktik mistis yang melibatkan dukun. Kejadian tersebut memicu kegemparan di kampung ketika warga mulai mencari kekayaan instan lewat pesugihan seperti pocong, tuyul, hingga babi ngepet.
Dibintangi Banyak Komedian
Film ini dibintangi sejumlah komedian dan aktor populer seperti Fico Fachriza, Aming, Joe P Project, Anyun Cadel, Ben Kasyafani, Nadine Alexandra, Mongol Stres, hingga Budi Dalton.
Kehadiran Babe Cabita dalam film ini menjadi momen emosional tersendiri, karena karya tersebut menjadi salah satu penampilan terakhirnya di dunia perfilman Indonesia.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login