Newestindonesia.co.id, Penggunaan bumbu dan rempah dalam masakan ternyata bukan kebiasaan baru manusia. Sejumlah penelitian arkeologi menunjukkan bahwa manusia prasejarah sudah memanfaatkan rempah untuk memasak sejak sekitar 6.000 tahun lalu.
Temuan tersebut terungkap dari penelitian terhadap artefak kuno berupa tembikar yang ditemukan di sejumlah situs arkeologi di Jerman dan Denmark. Para ilmuwan menemukan sisa-sisa bahan makanan yang menempel pada wadah tersebut, termasuk jejak rempah yang digunakan dalam proses memasak.
Mengutip laporan Smithsonian Magazine, penelitian itu menunjukkan bahwa manusia prasejarah menggunakan biji sawi putih atau mustard sebagai bumbu untuk memasak ikan maupun daging.
Artefak yang dianalisis berasal dari koleksi beberapa museum, di antaranya Museum Kalunborg dan Holbæk di Denmark serta Museum Schleswig-Holstein di Jerman. Hasil analisis menunjukkan bahwa benda-benda tersebut berasal dari sekitar 5.750 hingga 6.100 tahun lalu, yaitu masa ketika manusia mulai bertransisi dari gaya hidup pemburu-pengumpul menuju kehidupan yang lebih menetap.
Selain menggunakan rempah, manusia pada masa tersebut juga diduga telah memanfaatkan minyak alami dari tumbuhan, hewan, hingga makhluk laut untuk mengolah makanan. Mereka bahkan mulai mengenal beberapa tumbuhan penghasil tepung sebagai bahan makanan.
Penemuan ini memperlihatkan bahwa manusia purba tidak sekadar memasak untuk memenuhi kebutuhan energi, tetapi juga memperhatikan cita rasa makanan.
Para peneliti sebelumnya menduga bahwa penambahan tumbuhan dalam masakan hanya bertujuan menambah nilai kalori. Namun, fakta bahwa biji mustard tidak mengandung kalori signifikan dan hanya memberikan rasa pedas menunjukkan bahwa manusia sudah mempertimbangkan rasa sejak masa prasejarah.
Dengan kata lain, kebiasaan menikmati makanan bercita rasa bukanlah hal baru. Hal ini merupakan bagian dari evolusi budaya kuliner manusia yang telah berlangsung ribuan tahun.
Rempah Sudah Digunakan Sejak Ribuan Tahun
Selain di Eropa, bukti penggunaan rempah juga ditemukan di wilayah lain. Penelitian menunjukkan bahwa rempah seperti jahe dan kunyit telah digunakan dalam masakan sejak sekitar 4.500 tahun lalu di India. Bahkan ada studi yang menyebutkan bahwa rempah kemungkinan sudah dimanfaatkan lebih dari seribu tahun sebelumnya.
Penggunaan bumbu dan rempah di Eropa sendiri berkembang setelah manusia mulai mengenal hewan ternak seperti sapi dan kambing sebagai sumber pangan. Beberapa abad kemudian, sistem pertanian mulai berkembang dan manusia mulai memanfaatkan sayuran serta berbagai tanaman sebagai bahan makanan.
Seiring waktu, rempah tidak lagi hanya digunakan untuk memperkaya rasa masakan. Nilainya meningkat drastis hingga menjadi komoditas perdagangan penting antarwilayah.
Nusantara Pernah Jadi Pusat Rempah Dunia
Dalam perjalanan sejarah, wilayah Nusantara dikenal sebagai salah satu pusat penghasil rempah terbesar di dunia. Pada 1552, bangsa Portugis datang ke Nusantara untuk mencari rempah-rempah yang sangat berharga pada masa itu.
Kedatangan bangsa Eropa tersebut kemudian diikuti oleh bangsa-bangsa lain yang menyebar ke berbagai wilayah kepulauan Indonesia.
Jejak sejarah perdagangan rempah itu juga tercermin dalam kekayaan kuliner Nusantara hingga saat ini. Hampir seluruh masakan tradisional Indonesia menggunakan berbagai rempah sebagai bumbu utama.
Menurut catatan yang dikutip dari laman resmi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), prasasti dari abad ke-8 hingga abad ke-10 Masehi telah menunjukkan bahwa masyarakat Nusantara pada masa itu sudah memiliki tradisi kuliner yang kaya dan berkembang.
Pada masa tersebut, makanan tidak hanya diolah untuk kebutuhan konsumsi, tetapi juga diberi sentuhan seni untuk meningkatkan kenikmatan. Teknik memasak di Nusantara juga berkembang melalui pengaruh budaya kuliner dari India, Timur Tengah, Tiongkok, hingga Eropa.
Temuan ilmiah ini semakin memperkuat bahwa rempah telah menjadi bagian penting dari perjalanan panjang peradaban manusia—mulai dari dapur manusia purba hingga menjadi identitas kuliner di berbagai belahan dunia.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login