Connect with us

Hallo, Mau Cari Berita Apa Nih?

Newest Indonesia

Gaya Hidup

Orang Tua Selalu Gosipkan Salah Satu Anak? Kenapa Tidak Semuanya?

Foto: iStock/Chong Kee Siong

Newestindonesia.co.id, Fenomena orang tua yang cenderung membicarakan atau “menggosipkan” salah satu anak saja sering terjadi di banyak keluarga. Menariknya, tidak semua anak mendapat perlakuan yang sama. Mengapa hanya satu anak yang sering dijadikan bahan cerita, kritik, atau keluhan? Artikel ini akan membahas penyebabnya dari perspektif psikologi keluarga dan budaya, serta bagaimana cara menghadapinya dengan sehat.

Setiap Anak Punya “Peran” dalam Keluarga

Dalam psikologi keluarga, dikenal istilah family role. Tanpa sadar, keluarga memberi peran tertentu pada setiap anak, seperti:

  • Si anak penurut
  • Si anak pemberontak
  • Si anak emas
  • Si anak bermasalah

Anak yang digosipkan biasanya adalah anak yang dianggap “paling menarik untuk dibahas”, misalnya karena sifatnya kuat, berbeda, atau sering mengambil keputusan yang tidak sesuai ekspektasi orang tua.

Anak Tertentu Jadi Fokus Emosi Orang Tua

Orang tua sering melampiaskan:

  • kekhawatiran,
  • frustrasi,
  • atau harapan besar

kepada satu anak. Karena emosi tersebut terfokus, anak itu lebih sering menjadi bahan obrolan dibanding yang lain.

Perbedaan Karakter Membuat Satu Anak Lebih “Menonjol”

Anak yang:

Advertisement. Scroll to continue reading.
  • lebih ekspresif,
  • lebih mandiri,
  • lebih tegas,
  • atau justru lebih sering membuat keputusan berbeda,

cenderung lebih diperhatikan—baik secara positif maupun negatif. Orang tua pun lebih sering membicarakannya, entah sebagai bentuk kebanggaan atau kekhawatiran.

Kultur Keluarga: Gosip sebagai Bentuk Komunikasi

Dalam banyak budaya, termasuk di Indonesia, orang tua kadang membicarakan anak sebagai cara “mengurangi beban” atau mengekspresikan cinta secara tidak langsung. Sayangnya, ini dapat terasa seperti gosip dan membuat salah satu anak merasa dimarahi secara tidak langsung.

Orang Tua Lebih Merasa Dekat pada Satu Anak

Kedekatan emosional tidak selalu merata. Jika orang tua merasa paling nyaman bercerita atau mengeluh tentang satu anak, maka anak itu akan lebih sering dibahas dibanding yang lain.

Baca juga:  Apakah Benar Kopi Bisa Menghilangkan Ngantuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Bias Tak Disadari (Unconscious Bias)

Orang tua mungkin tidak sadar bahwa mereka:

  • lebih keras pada satu anak,
  • lebih menuntut,
  • atau lebih banyak membicarakannya.

Ini bukan selalu favorit atau tidak favorit — kadang hanya kebiasaan yang tidak disadari.

Dampaknya bagi Anak yang Dianggap “Sering Digunjingkan”

Anak yang menjadi fokus gosip keluarga bisa merasa:

Advertisement. Scroll to continue reading.
  • tidak dihargai,
  • salah terus,
  • atau dijadikan kambing hitam.

Jika tidak ditangani dengan komunikasi yang sehat, ini dapat memengaruhi kepercayaan diri dan hubungan keluarga dalam jangka panjang.

Bagaimana Menghadapinya?

Kenali Polanya Tanpa Emosi Berlebihan

Pertama, sadari bahwa ini sering terjadi di banyak keluarga dan kadang tidak terjadi karena niat buruk.

Komunikasi Terbuka dengan Orang Tua

Sampaikan dengan lembut:

“Aku merasa sering dibicarakan dibanding yang lain, dan itu membuatku tidak nyaman.”

Tujuannya membuka kesadaran, bukan menyalahkan.

Batasi Reaksi Emosional

Jika komentar atau gosipan datang, tidak perlu selalu ditanggapi. Tetapkan batasan sehat.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Libatkan Semua Saudara

Ajak saudara untuk menjaga komunikasi tetap adil dan tidak menjadikan satu anak sebagai pusat gosip keluarga.

Fokus pada Pertumbuhan Pribadi

Jangan biarkan pola komunikasi orang tua memengaruhi rasa berharga diri.

Kesimpulan

Mengapa orang tua hanya menggosipkan satu anak saja? Biasanya karena faktor peran keluarga, perhatian emosional yang terfokus, perbedaan karakter, kedekatan tertentu, atau bias yang tidak disadari. Yang terpenting adalah memahami polanya dan membangun komunikasi yang sehat agar hubungan keluarga tetap harmonis.

Jika Anda merasa sering menjadi “sasaran obrolan”, Anda tidak sendirian — dan ada cara yang baik untuk mengatasinya.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Editor: DAW

Newest Indonesia Saluran WhatsApp
Newest Indonesia hadir di Saluran WhatsApp

Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang

Ingin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Berita Lainnya

Gaya Hidup

Newestindonesia.co.id, Pulau Bali selalu menjadi destinasi favorit pasangan yang ingin merayakan momen spesial, termasuk Hari Valentine. Perpaduan pemandangan alam, suasana tropis, dan pilihan restoran...

Regional

Newestindonesia.co.id – Jateng, Seorang bocah perempuan ditemukan tewas gantung diri di dalam rumahnya di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Kamis (12/2/2026) sore. Tragisnya, sebelum peristiwa...

Gaya Hidup

Newestindonesia.co.id, Bulan suci Ramadan menjadi momentum istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Selain menunaikan puasa, salat tarawih,...

Gaya Hidup

Newestindonesia.co.id, Hari Valentine bukan sekadar perayaan cokelat dan bunga, tetapi juga momen spesial untuk mengungkapkan rasa cinta yang mungkin jarang terucap dalam keseharian. Bagi...

Gaya Hidup

Newestindonesia.co.id, Bentuk telinga kerap dianggap sekadar bagian tubuh biasa. Namun dalam berbagai budaya, terutama dalam psikologi populer dan ilmu fisiognomi tradisional Asia, telinga dipercaya...

Gaya Hidup

Newestindonesia.co.id, Hari Raya Imlek kerap kali dirayakan dengan suasana hujan di berbagai wilayah Indonesia. Fenomena ini membuat sebagian masyarakat beranggapan bahwa Imlek memang “langganan...

Gaya Hidup

Newestindonesia.co.id, Sikap egois kerap menjadi sumber konflik dalam hubungan sosial, baik di lingkungan keluarga, pertemanan, hingga dunia kerja. Tanpa disadari, kebiasaan selalu mengutamakan diri...

Gaya Hidup

Newestindonesia.co.id, Minum kopi sudah menjadi bagian dari gaya hidup banyak orang Indonesia, baik untuk menemani pagi hari maupun begadang menyelesaikan pekerjaan. Namun, muncul anggapan...

Advertisement