Newestindonesia.co.id, Peristiwa kejatuhan tai cicak kerap dianggap sebagai pertanda buruk oleh sebagian masyarakat. Tak sedikit orang yang langsung mengaitkannya dengan kesialan, nasib buruk, hingga datangnya musibah. Namun, benarkah anggapan tersebut memiliki dasar fakta, atau sekadar mitos yang berkembang secara turun-temurun?
Kepercayaan yang Berkembang di Masyarakat
Dalam budaya masyarakat Indonesia, cicak sering dikaitkan dengan hal-hal mistis. Salah satu mitos yang paling populer adalah anggapan bahwa seseorang yang terkena tai cicak akan mengalami kesialan dalam waktu dekat.
Kepercayaan ini umumnya diwariskan secara lisan dan dipercaya tanpa bukti ilmiah. Bahkan, ada pula yang mengaitkannya dengan rezeki seret, pertengkaran, hingga kabar buruk.
Pandangan Ilmiah: Tidak Ada Hubungan dengan Kesialan
Secara ilmiah, tai cicak tidak memiliki kaitan apa pun dengan nasib atau peristiwa buruk. Kotoran cicak hanyalah sisa metabolisme dari hewan reptil kecil yang banyak hidup di rumah-rumah tropis.
Pakar kesehatan menyebutkan bahwa kejatuhan tai cicak murni merupakan kejadian alamiah, terutama karena cicak sering berada di langit-langit rumah. Ketika cicak buang kotoran, gravitasilah yang membuatnya jatuh ke bawah secara acak.
Tidak ada penelitian yang membuktikan bahwa kejadian tersebut dapat memengaruhi keberuntungan, rezeki, atau nasib seseorang.
Risiko Kesehatan yang Perlu Diwaspadai
Meski tidak membawa kesialan, tai cicak tetap perlu diwaspadai dari sisi kebersihan. Dalam kondisi tertentu, kotoran hewan bisa mengandung bakteri atau parasit jika dibiarkan menempel di kulit atau makanan.
Karena itu, jika terkena tai cicak, langkah terbaik adalah segera membersihkan bagian tubuh atau pakaian yang terkena dengan air dan sabun. Menjaga kebersihan rumah juga penting untuk mengurangi risiko kesehatan.
Mengapa Mitos Masih Dipercaya?
Mitos sering kali bertahan karena faktor budaya, psikologis, dan pengalaman pribadi. Ketika seseorang mengalami kejadian tidak menyenangkan setelah terkena tai cicak, hal tersebut bisa dianggap sebagai pembenaran atas mitos yang sudah diyakini.
Padahal, secara logika, kejadian buruk dan kejatuhan tai cicak bisa saja terjadi secara kebetulan tanpa hubungan sebab-akibat.
Kesimpulan
Kena tai cicak tidak dapat dianggap sebagai pertanda kesialan. Anggapan tersebut hanyalah mitos yang berkembang di tengah masyarakat dan tidak didukung oleh fakta ilmiah. Namun, dari sisi kebersihan dan kesehatan, tetap disarankan untuk segera membersihkan diri jika mengalami kejadian tersebut.
Dengan memahami perbedaan antara mitos dan fakta, masyarakat diharapkan dapat lebih rasional dalam menyikapi berbagai kepercayaan yang beredar.
Editor: DAW




You must be logged in to post a comment Login