Newestindonesia.co.id, Daun kelor sejak lama dikenal sebagai tanaman yang sarat makna dalam budaya Nusantara. Selain dimanfaatkan sebagai bahan pangan dan obat tradisional, daun kelor juga kerap dikaitkan dengan hal-hal mistis, salah satunya diyakini mampu menangkal ilmu pelet. Namun, benarkah anggapan tersebut? Ataukah hanya sebatas mitos yang diwariskan secara turun-temurun?
Artikel ini akan mengulasnya secara objektif dari sudut pandang budaya, kepercayaan masyarakat, hingga penjelasan ilmiah agar pembaca mendapatkan gambaran yang seimbang.
Kepercayaan Masyarakat Tentang Daun Kelor
Dalam tradisi Jawa, Bali, dan beberapa daerah lain di Indonesia, daun kelor sering dianggap sebagai tanaman “penetral energi negatif”. Tak jarang, daun kelor digunakan dalam ritual adat, seperti:
- Diletakkan di pintu rumah untuk menangkal pengaruh buruk
- Digunakan dalam prosesi ruwatan
- Dipercaya mampu melepas pengaruh pelet atau guna-guna
Keyakinan ini muncul karena daun kelor dianggap memiliki “energi alami” yang kuat serta sering digunakan dalam konteks spiritual sejak zaman dahulu.
Ilmu Pelet dalam Perspektif Budaya
Ilmu pelet sendiri merupakan bagian dari kepercayaan tradisional yang diyakini dapat memengaruhi perasaan seseorang melalui cara-cara non-logis. Dalam konteks budaya, pelet sering dikaitkan dengan sugesti, energi batin, atau kekuatan gaib.
Karena berada di ranah kepercayaan, keberadaan ilmu pelet tidak dapat dibuktikan secara ilmiah, namun tetap hidup dan dipercaya oleh sebagian masyarakat hingga saat ini.
Penjelasan Ilmiah: Apa Kata Sains?
Dari sudut pandang medis dan ilmiah, tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa daun kelor dapat menangkal ilmu pelet atau pengaruh gaib lainnya.
Namun, daun kelor memang terbukti memiliki banyak manfaat kesehatan, antara lain:
- Kaya antioksidan
- Membantu meningkatkan daya tahan tubuh
- Mengurangi peradangan
- Menjaga kesehatan mental dan fisik
Efek positif pada tubuh inilah yang secara tidak langsung bisa meningkatkan rasa tenang, percaya diri, dan sugesti positif, sehingga seseorang merasa “terlindungi” dari pengaruh luar, termasuk yang dianggap sebagai pelet.
Efek Psikologis dan Sugesti
Dalam psikologi, sugesti memiliki peran besar dalam membentuk persepsi seseorang. Ketika seseorang percaya bahwa daun kelor mampu melindungi dirinya, maka secara mental ia akan merasa lebih kuat dan tidak mudah terpengaruh.
Inilah yang sering menjadi jembatan antara mitos dan pengalaman personal, sehingga kepercayaan tersebut terus bertahan.
Kesimpulan: Mitos atau Fakta?
Jawabannya:
- Secara budaya: Daun kelor dipercaya mampu menangkal ilmu pelet
- Secara ilmiah: Tidak ada bukti medis atau sains yang mendukung klaim tersebut
Dengan demikian, anggapan daun kelor bisa menangkal ilmu pelet lebih tepat disebut sebagai mitos budaya, bukan fakta ilmiah. Meski begitu, daun kelor tetap memiliki nilai positif sebagai tanaman herbal yang bermanfaat bagi kesehatan.
Penutup
Kepercayaan tradisional adalah bagian dari kekayaan budaya yang patut dihargai, namun penting juga untuk membedakan antara mitos dan fakta. Menggunakan daun kelor sebagai bahan pangan dan herbal adalah pilihan yang baik, selama tidak mengesampingkan logika, kesehatan, dan pendekatan ilmiah.
Bijak menyikapi kepercayaan, cerdas dalam mencari kebenaran.
Editor: DAW




You must be logged in to post a comment Login