Newestindonesia.co.id, Harga emas dan perak global kembali menunjukkan gejolak tajam setelah sempat mengalami tekanan signifikan dalam beberapa hari terakhir. Namun, pasar logam mulia kini menunjukkan tanda-tanda rebound, memicu beragam proyeksi dari analis dan pelaku pasar terkait arah pergerakan harga dalam jangka pendek hingga menengah.
Dalam laporan terbaru dari CNBC Indonesia, disebutkan bahwa setelah reli panjang dan tekanan jual yang kuat, permintaan terhadap aset safe haven seperti emas dan perak kembali meningkat. Hal ini terjadi di tengah pelemahan pasar saham global dan kekhawatiran terhadap risiko ekonomi makro.
Peristiwa ini tidak terlepas dari gejolak yang terjadi sebelumnya, ketika harga emas ambruk sekitar 3% dan perak jatuh hingga 16% dalam waktu 24 jam – salah satu koreksi tajam dalam beberapa tahun terakhir. Kejadian volatilitas ekstrem tersebut sempat membuat pelaku pasar cemas dan mendorong arus beli cepat oleh investor yang melihatnya sebagai peluang.
Rebound & Faktor Pemulihan
Menurut narasumber dari CNBC Indonesia, rebound emas kali ini didorong oleh sejumlah faktor utama:
- Meningkatnya permintaan aset aman setelah tekanan pasar keuangan yang lebih luas.
- Kekhawatiran global terkait inflasi dan kebijakan moneter yang masih belum menentu di berbagai negara maju.
- Tekanan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi yang kembali memicu minat investor mencari perlindungan di logam mulia.
Walaupun laporan asli tak mengungkapkan nama masing-masing narasumber secara eksplisit, publikasi tersebut menegaskan bahwa pelaku pasar kini kembali melihat peluang bullish (naik) di pasar emas menyusul tekanan sebelumnya.
Proyeksi Analis
Gejolak harga ini juga telah memicu proyeksi dari analis di luar Indonesia. Menurut survei dan riset global:
- Beberapa lembaga memperkirakan harga emas dapat kembali mencatat tren kenaikan signifikan di 2026, meskipun titik terendah baru saja terjadi.
- Faktor geopolitik kuat, permintaan dari bank sentral, dan kekhawatiran terhadap fluktuasi mata uang utama menjadi pendorong utama.
Proyeksi ini menunjukkan bahwa meskipun volatilitas masih terjadi, tren jangka panjang untuk emas tetap terlihat positif sebagai aset pelindung nilai (hedge) terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi global.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login