Newestindonesia.co.id – Jakarta, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memutuskan akan merombak struktur pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) khususnya di lima pelabuhan besar di Tanah Air. Langkah ini ditempuh sebagai bagian dari upaya pembaruan besar-besaran sistem kepabeanan dan cukai, di tengah target peningkatan penerimaan negara dan perbaikan kinerja institusi.
“Ini bukan sekadar reshuffle biasa. Ini adalah langkah strategis memperbaiki kerja organisasi sampai ke akar,” ujar Purbaya dalam pernyataannya terkait rencana perombakan yang akan dimulai besok, dikutip melalui CNBC Indonesia.
Fokus pada 5 Pelabuhan Strategis
Menteri Keuangan menyebut transformasi akan dimulai di lima pelabuhan besar, namun belum mengungkapkan secara detail nama-nama lokasi tersebut. Perombakan dijadwalkan berlangsung paralel dengan evaluasi kinerja pejabat yang dinilai belum memenuhi standar kerja yang diharapkan.
Purbaya menegaskan bahwa proses ini akan dilanjutkan dalam 1–2 bulan ke depan dengan skala lebih luas, termasuk kemungkinan mutasi pejabat sampai ke level Kantor Wilayah.
Rencana Mutasi Lebih Luas dan Sanksi Tegas
Dalam pernyataan terpisah saat pelantikan pejabat baru awal tahun ini, Purbaya menegaskan bahwa reformasi ini bukan sekadar formalitas:
“Kita ambil langkah-langkah strategis sampai ke level Kanwil, kita mutasikan. Ini juga peringatan untuk pegawai pajak yang lain, mungkin juga BC sekaligus,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa sanksi bisa berupa mutasi ke wilayah terpencil sampai pencopotan jabatan, apabila ditemukan penyalahgunaan wewenang atau kinerja yang buruk.
Purbaya juga menegaskan bahwa kebijakan ini bukan untuk pencitraan semata, melainkan bentuk ketegasan negara mengatasi penyimpangan internal.
Upaya Pengawasan dan Teknologi
Langkah reformasi ini menyusul serangkaian kebijakan pengawasan intensif lainnya. Purbaya sebelumnya menyatakan akan lebih sering meninjau pelabuhan — termasuk inspeksi mendadak (sidak) — guna memastikan pejabat dan staf DJBC “tidak main-main” dalam menangani arus barang ekspor–impor dan pungutan cukai.
Ia juga mendorong penggunaan teknologi mutakhir seperti Artificial Intelligence (AI) dalam pengawasan kegiatan kepabeanan dan pencacahan rokok untuk mencegah pemasukan cukai palsu atau manipulasi data.
Konteks Kinerja DJBC
DJBC, sebagai lembaga yang bertanggung jawab atas pengawasan barang ekspor–impor dan pungutan cukai di seluruh pelabuhan Indonesia, selama ini menjadi sorotan terkait citra negatif dan praktik yang dinilai kurang efektif. Upaya perbaikan institusi ini berjalan paralel dengan komitmen DJBC untuk meningkatkan pelayanan dan transparansi.
Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, sebelumnya mengatakan bahwa perbaikan mencakup transformasi budaya kerja, peningkatan pengawasan, serta penerapan teknologi, yang diharapkan berkontribusi pada kinerja yang lebih baik.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login