Newestindonesia.co.id, Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan ini diperkirakan dibayangi sentimen geopolitik global, terutama meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memicu volatilitas pasar dan membuat investor lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi.
Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas seperti dilansir melalui Investor.id, IHSG diproyeksikan bergerak dalam rentang terbatas dengan level resistance di 8.300, pivot 8.200, dan support di 8.100. Di tengah ketidakpastian tersebut, analis tetap melihat peluang cuan dari sejumlah saham pilihan pada pekan ini.
Phintraco Sekuritas bahkan merekomendasikan enam saham yang dinilai memiliki potensi penguatan, salah satunya adalah HRUM.
Sentimen Global Bayangi Pasar
Tekanan terhadap pasar saham global turut datang dari Amerika Serikat. Indeks-indeks saham di Wall Street tercatat ditutup melemah pada perdagangan akhir pekan lalu setelah data Producer Price Index (PPI) menunjukkan angka yang lebih tinggi dari perkiraan. Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran bahwa tekanan inflasi masih belum sepenuhnya terkendali.
Selain itu, kekhawatiran investor terhadap sektor teknologi, khususnya industri kecerdasan buatan (AI), serta perkembangan di pasar kredit swasta turut menambah tekanan terhadap pasar saham global.
Phintraco Sekuritas menyebutkan bahwa pada pekan ini pelaku pasar juga menanti sejumlah rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat.
“Pada pekan ini beberapa data ekonomi AS yang dinantikan diantaranya indeks ISM Manufacturing, ISM non-manufacturing, ADP Employment change, Nonfarm payrolls, unemployment rate dan Retail sales,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Senin (2/3/2026).
Data-data tersebut diperkirakan akan menjadi indikator penting bagi arah kebijakan moneter serta kondisi ekonomi global yang turut mempengaruhi pergerakan pasar saham, termasuk di Indonesia.
Konflik AS–Iran Picu Kekhawatiran Investor
Di sisi lain, eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah juga menjadi perhatian utama pelaku pasar.
Phintraco Sekuritas menyebutkan bahwa konflik meningkat setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran melalui udara dan laut pada Sabtu (28/2). Peristiwa tersebut meningkatkan risiko geopolitik global.
Ketegangan ini memunculkan kekhawatiran akan potensi perang yang lebih luas di kawasan tersebut. Jika konflik semakin memanas, harga energi global berpotensi meningkat sehingga menambah tekanan terhadap stabilitas ekonomi global.
Selain itu, meningkatnya risiko geopolitik dapat membuat investor global cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko, termasuk saham di pasar negara berkembang.
Kondisi ini juga dipicu oleh kabar mengenai tewasnya pemimpin tertinggi Iran dan sejumlah tokoh militer penting lainnya yang dikhawatirkan memicu eskalasi konflik yang lebih besar. Iran pun berpotensi melakukan serangan balasan yang menargetkan pangkalan militer Israel dan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Peluang Saham di Tengah Volatilitas
Meski dibayangi sentimen negatif global, analis menilai peluang tetap terbuka bagi investor untuk memanfaatkan volatilitas pasar.
Beberapa saham yang direkomendasikan dinilai memiliki katalis positif dari sisi fundamental maupun sektor yang berpotensi diuntungkan dari dinamika harga komoditas global.
Di tengah ketidakpastian geopolitik, saham-saham sektor energi dan komoditas sering kali menjadi perhatian investor karena berpotensi mendapatkan sentimen positif dari kenaikan harga minyak dan komoditas tambang.
Dengan demikian, strategi selektif dalam memilih saham dinilai menjadi kunci bagi investor untuk tetap memperoleh peluang keuntungan di tengah kondisi pasar yang fluktuatif.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login