Connect with us

Hallo, Mau Cari Berita Apa Nih?

Newest Indonesia

Finansial

IHSG Anjlok, Investor Ramai-Ramai Pindah ke Obligasi?

Foto iStocktwohumans
Foto: iStock/twohumans

Newestindonesia.co.id – Jakarta, Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menjadi sorotan pelaku pasar. Tekanan dari sentimen global, fluktuasi suku bunga, serta sikap investor yang cenderung wait and see membuat pasar saham bergerak volatil. Di tengah kondisi tersebut, instrumen obligasi justru mulai dilirik sebagai alternatif investasi yang lebih defensif.

IHSG tercatat mengalami koreksi dalam beberapa sesi perdagangan terakhir, seiring meningkatnya ketidakpastian global dan penyesuaian portofolio investor. Situasi ini mendorong pergeseran minat dari aset berisiko tinggi ke instrumen pendapatan tetap.

Obligasi Jadi Tempat Berlindung Investor

Analis pasar modal menilai, ketika IHSG tertekan, obligasi—baik Surat Berharga Negara (SBN) maupun obligasi korporasi—cenderung menawarkan stabilitas yang lebih baik. Imbal hasil (yield) yang relatif terprediksi menjadi daya tarik utama di tengah gejolak pasar saham.

Obligasi pemerintah dinilai memiliki tingkat risiko paling rendah karena dijamin oleh negara. Sementara itu, obligasi korporasi dengan peringkat investasi (investment grade) juga tetap diminati, terutama yang menawarkan kupon menarik.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Peran Suku Bunga dan Kebijakan Moneter

Pergerakan obligasi tidak lepas dari arah kebijakan suku bunga acuan. Ketika suku bunga cenderung stabil atau mendekati puncak siklus kenaikan, harga obligasi berpotensi menguat. Hal ini membuat investor yang masuk di waktu tepat dapat memperoleh keuntungan dari kenaikan harga sekaligus kupon berkala.

Bank Indonesia sebelumnya menyampaikan komitmen menjaga stabilitas nilai tukar dan inflasi. Sikap kebijakan moneter yang terukur ini dinilai memberikan sentimen positif bagi pasar obligasi domestik.

Minat Investor Ritel Terus Meningkat

Tidak hanya investor institusi, minat investor ritel terhadap obligasi juga terus meningkat. Data dari Bursa Efek Indonesia menunjukkan partisipasi investor ritel dalam SBN ritel, seperti ORI dan Sukuk Ritel, terus bertumbuh dari tahun ke tahun.

Baca juga:  Defisit APBN 2025 Capai 2,92% Dari PDB, Pemerintah Tetap Kejar Pertumbuhan Ekonomi

Selain relatif aman, obligasi ritel juga menawarkan kemudahan akses, modal terjangkau, serta kupon yang dibayarkan secara rutin. Hal ini menjadikannya pilihan menarik bagi investor yang ingin menjaga arus kas di tengah pasar saham yang lesu.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Strategi Investasi di Tengah Pelemahan IHSG

Pengamat menyarankan investor untuk tidak bersikap reaktif terhadap pelemahan IHSG. Diversifikasi portofolio tetap menjadi kunci utama. Kombinasi antara saham dan obligasi dinilai dapat membantu menyeimbangkan risiko dan potensi imbal hasil.

Outlook Obligasi ke Depan

Ke depan, pasar obligasi diperkirakan tetap atraktif selama ketidakpastian global masih berlangsung. Stabilitas makroekonomi domestik dan pengelolaan fiskal yang terjaga menjadi faktor pendukung utama.

Dengan IHSG yang masih rentan terhadap sentimen eksternal, obligasi berpotensi terus menjadi pilihan investasi defensif bagi investor yang mengutamakan kestabilan dibandingkan agresivitas pertumbuhan.

(DAW)

Advertisement. Scroll to continue reading.
Newest Indonesia Saluran WhatsApp
Newest Indonesia hadir di Saluran WhatsApp

Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Berita Lainnya

Finansial

Newestindonesia.co.id – Jakarta, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana pasar modal, yang...

Finansial

Newestindonesia.co.id, Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) selalu menjadi salah satu proses rekrutmen paling kompetitif di Indonesia. Setiap tahunnya, jutaan pelamar bersaing memperebutkan formasi...

Internasional

Newestindonesia.co.id, Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump secara resmi mengumumkan penurunan tarif impor barang dari India menjadi 18 persen dari sebelumnya 50 persen, sebagai...

Finansial

Newestindonesia.co.id – Jakarta, Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) turun tajam pada perdagangan Selasa (3/2/2026). Berdasarkan data resmi dari situs Logam Mulia...

Finansial

Newestindonesia.co.id, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama pemerintah dan para pemangku kepentingan menegaskan komitmennya untuk mempercepat reformasi pasar modal Indonesia secara menyeluruh. Langkah ini ditempuh...

Finansial

Newestindonesia.co.id, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan tekanan kuat di pasar, melanjutkan tren penurunan tajam yang belum sesuai dengan prediksi pejabat pemerintah dan...

Finansial

Newestindonesia.co.id, Jam kerja yang melebihi batas normal atau sering disebut over time (lembur) masih menjadi bagian dari realitas dunia kerja di Indonesia. Baik di...

Finansial

Newestindonesia.co.id, Istilah saham gorengan kembali ramai diperbincangkan di tengah tekanan hebat yang dialami Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir-akhir ini. Pandangan itu muncul...

Advertisement