Connect with us

Hallo, Mau Cari Berita Apa Nih?

Newest Indonesia

Finansial

IHSG Anjlok 5,3% Di Awal Pekan, Ramalan Pemerintah Gagal Terpenuhi

Pekerja melihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta, Jumat (15/11/2024). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc.

Newestindonesia.co.id, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan tekanan kuat di pasar, melanjutkan tren penurunan tajam yang belum sesuai dengan prediksi pejabat pemerintah dan pelaku pasar modal.

Hingga sesi pertama perdagangan Senin (2/2), IHSG tercatat melemah 5,31% ke level 7.887,16, bahkan sempat turun ke 7.858,39—angka yang jauh di bawah ekspektasi penguatan yang sempat dilontarkan beberapa pejabat negara pada akhir pekan lalu.

Berdasarkan data perdagangan yang dihimpun dari RTI Business, volume perdagangan mencapai 35,35 miliar saham senilai Rp 18,94 triliun pada sesi pagi ini. Mayoritas saham tercatat mengalami koreksi signifikan, dengan 715 saham melemah, sedangkan 65 menguat dan 33 stagnan.

Beban Tekanan Pasar dari Saham-Saham Konglomerasi

Analis pasar mencatat bahwa tekanan terbesar pada indeks berasal dari saham-saham perusahaan konglomerasi dan sektor komoditas. Menurut riset dari MNC Sekuritas seperti dilansir detikFinance:

Advertisement. Scroll to continue reading.
  • PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melemah 14,73% ke Rp 220 per saham,
  • PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun 12,83% ke Rp 3.670,
  • PT Darma Henwa Tbk (DEWA) turun 14,81% ke Rp 460,
  • PT Petrosea Tbk (PTRO) anjlok 14,89% ke Rp 6.000,
  • PT RMK Energy Tbk (RMKE) terkoreksi 13,27% ke Rp 4.380 per lembar.

Penurunan ini terjadi di tengah sentimen global yang masih fluktuatif setelah gejolak pasar baru-baru ini, termasuk tekanan dari penilaian lembaga pemeringkat internasional dan kekhawatiran investor asing terhadap tren pasar Indonesia.

Ramalan Pemerintah yang Tak Tercapai

Sebelumnya, sejumlah pejabat pemerintah optimistis IHSG dapat menguat di awal minggu ini. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa dengan selesainya proses pergantian direksi di Bursa Efek Indonesia, para investor akan kembali melihat fundamental perekonomian Indonesia yang dinilai kuat.

Baca juga:  Pemerintah Belanjakan APBN Senilai Rp47,6 Triliun Untuk Program Kesehatan Per April 2025

“Mereka akan lihat ke fundamental kan. Fundamental ekonominya bagus, saya perbaiki terus. Akan membaik terus ke depan, tahun ini mungkin ekonominya bisa tumbuh, bisa saya dorong mendekati 6%,” ujar Purbaya saat ditemui wartawan di Wisma Danantara, Jakarta, akhir pekan lalu. “Harusnya bursanya akan naik. Anda nggak usah khawatir.”

Keyakinan serupa juga disampaikan oleh CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, yang menilai bahwa reformasi di pasar modal akan meningkatkan kepercayaan investor asing. Menurut Rosan, pertemuannya dengan sejumlah investor global menunjukkan respons positif terhadap langkah-langkah perbaikan yang sedang dijalankan.

“Mereka akan semakin confidence dengan pasar kita, tapi dengan aksi yang kita lakukan beberapa hari ini mereka juga merespons sangat positif. Jadi insyaAllah saya yakin hari Senin dan berikutnya pasar saham kita akan rebound dan akan berjalan dengan baik,” ujarnya di Bursa Efek Indonesia pada Minggu (1/2/2026).

Advertisement. Scroll to continue reading.

Reaksi Pasar dan Prospek Pemulihan

Namun pada kenyataannya, pasar masih menunjukkan ketidakpastian tinggi. Koreksi tajam ini menjadi lanjutan dari gejolak pekan lalu yang juga dipicu oleh sentimen negatif global, termasuk perubahan status indeks oleh lembaga internasional dan tren penjualan berskala besar pada saham-saham blue chip.

Para analis memperkirakan bahwa tekanan pasar masih akan berlanjut jika belum ada respons kebijakan cepat dari otoritas terkait, seperti stabilisasi tingkat suku bunga, kebijakan fiskal yang lebih agresif, atau sinyal kepercayaan dari institusi investasi besar.

(DAW)

Advertisement. Scroll to continue reading.
Newest Indonesia Saluran WhatsApp
Newest Indonesia hadir di Saluran WhatsApp

Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Berita Lainnya

Finansial

Newestindonesia.co.id – Jakarta, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana pasar modal, yang...

Finansial

Newestindonesia.co.id, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama pemerintah dan para pemangku kepentingan menegaskan komitmennya untuk mempercepat reformasi pasar modal Indonesia secara menyeluruh. Langkah ini ditempuh...

Finansial

Newestindonesia.co.id, Istilah saham gorengan kembali ramai diperbincangkan di tengah tekanan hebat yang dialami Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir-akhir ini. Pandangan itu muncul...

Finansial

Newestindonesia.co.id – Jakarta, Bursa Efek Indonesia (BEI) mengambil langkah tegas dengan membekukan perdagangan saham 38 perusahaan tercatat akibat belum memenuhi ketentuan kepemilikan saham publik...

Finansial

Newestindonesia.co.id – Jakarta, Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menjadi sorotan pelaku pasar. Tekanan dari sentimen global, fluktuasi suku bunga, serta sikap investor...

Nasional

Newestindonesia.co.id, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri memastikan akan memperdalam investigasi dugaan tindak pidana di balik praktik saham gorengan yang menjadi sorotan publik setelah anjloknya...

Finansial

Newestindonesia.co.id, Direktur Pengembangan Jeffrey Hendrik resmi ditunjuk sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyusul pengunduran diri Iman Rachman dari...

Nasional

Newestindonesia.co.id, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar, resmi mengundurkan diri dari jabatannya pada Jumat (30/1/2026). Tidak hanya Mahendra, sejumlah pejabat tinggi...

Advertisement