Newestindonesia.co.id – Jakarta, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, secara resmi menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya, Jumat (30/1/2026), menyusul gejolak tajam yang dialami pasar modal Indonesia akhir-akhir ini.
Pengunduran dirinya terjadi setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok cukup drastis yang bahkan sempat memicu pembekuan perdagangan (trading halt) dua hari berturut-turut.
“Walaupun kondisi pagi hari ini membaik, saya sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, dan sebagai bentuk tanggung jawab atas apa yang terjadi dua hari kemarin, menyatakan mengundurkan diri,” kata Iman Rachman di kantor BEI, Jakarta, Jumat, dikutip melalui Media Indonesia.
Iman menambahkan bahwa keputusan itu diambil sebagai bagian dari tanggung jawab institusionalnya terhadap gejolak pasar yang terjadi pada perdagangan Rabu (28/1) dan Kamis (29/1).
Gejolak IHSG dan Trading Halt
Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia sempat dihentikan selama dua hari berturut-turut setelah IHSG ambruk lebih dari 8% pada Rabu dan kembali turun signifikan pada Kamis.
Sebelumnya, Iman Rachman juga memberi penjelasan mengenai tekanan pasar tersebut, menyebutkan bahwa turunnya indeks terutama dipicu oleh “investor panic selling” menyusul keputusan perusahaan penyedia data indeks global, MSCI (Morgan Stanley Capital International) yang memberi sinyal perubahan terhadap status investasi Indonesia.
Pergerakan ini membuat indeks sempat berada di level terendah 8.187 pada Rabu lalu, sebelum kembali bergerak pada perdagangan Jumat.
Reaksi Pasar Setelah Pengumuman Mundurnya Dirut BEI
Usai pengumuman pengunduran diri Iman Rachman, IHSG semasih sempat bergerak di zona merah, namun kemudian justru berbalik menguat dan ditutup di level 8.276,57 pada Jumat pagi.
Data perdagangan juga menunjukkan sejumlah saham berhasil menjadi top gainers pada sesi perdagangan pagi, meskipun masih terjadi gejolak sejak pasar dibuka.
Dampak dan Harapan Pasar
Pengunduran diri Iman Rachman dipandang sebagai langkah tanggung jawab institusional di tengah kondisi pasar yang tidak menentu, sebagai momentum evaluasi pengelolaan pasar modal Indonesia. (komentar analis pasar modal)
Dalam pernyataannya, Iman berharap keputusan tersebut dapat membawa dampak positif bagi pasar modal ke depan:
“Saya berharap ini yang terbaik untuk pasar modal kita,” ujarnya.
Proses pengalihan jabatan akan dilakukan sesuai ketentuan Anggaran Dasar BEI, dengan Penunjukan Pelaksana Tugas (PLT) sampai ditetapkan Direktur Utama yang baru.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti Sekarang



You must be logged in to post a comment Login