Newestindonesia.co.id, Program pembangunan 3 juta rumah yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah diyakini mampu menjadi motor penggerak perekonomian nasional. Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perumahan Hashim Djojohadikusumo optimistis program tersebut dapat membantu Indonesia mencapai target pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen per tahun.
Keyakinan tersebut disampaikan Hashim saat menghadiri kegiatan di Kompleks Meikarta, Cikarang, Jawa Barat, Minggu (8/3/2026). Ia menilai sektor perumahan memiliki dampak ekonomi yang sangat besar karena melibatkan banyak industri pendukung.
“Kita sudah perkirakan kalau nanti semua jalan sesuai dengan keinginan kita 3 juta rumah apartemen ini kita bisa dapat 1,5-2%,” ujar Hashim dikutip melalui detikFinance.
Menurutnya, tambahan kontribusi dari sektor perumahan tersebut akan memberikan dorongan signifikan terhadap perekonomian nasional. Saat ini pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di kisaran 5 persen.
Jika program pembangunan hunian tersebut berjalan optimal, Hashim meyakini angka pertumbuhan ekonomi bisa terdongkrak hingga 7 persen hanya dari sektor perumahan.
“Nah dari proyek hilirisasi mungkin Pak Rosan yang lebih paham dari sana itu bisa tambah mungkin 1% ya Pak Rosan, malah mungkin lebih itu. Saya kira kita sudah bisa capai 8% per tahun,” beber Hashim.
Sektor Perumahan Punya Efek Berganda Besar
Hashim menjelaskan bahwa sektor perumahan memiliki multiplier effect atau efek berganda yang kuat terhadap aktivitas ekonomi nasional. Setiap investasi di sektor ini dapat memicu pertumbuhan di berbagai bidang usaha lain.
“Perumahan itu dampak terhadap ekonomi kita luar biasa, bisa berdampak 1,5 sampai 5 kali. Berarti setiap rupiah yang kita keluarkan untuk perumahan ini juga berdampak luar biasa,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan bahwa pembangunan rumah berkaitan dengan sekitar 185 sektor ekonomi, mulai dari industri bahan bangunan, konstruksi, furnitur, hingga berbagai layanan pendukung lainnya.
Karena itu, pembangunan perumahan dalam skala besar diyakini mampu menciptakan lapangan kerja baru sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi di berbagai sektor.
Atasi Krisis Hunian di Indonesia
Selain menjadi stimulus ekonomi, program 3 juta rumah juga bertujuan untuk mengatasi persoalan backlog perumahan di Indonesia. Saat ini masih terdapat jutaan keluarga yang tinggal di rumah tidak layak huni.
“Ada 27 juta keluarga tinggal di rumah tidak layak huni berarti tempat kumuh, gubuk-gubuk, tempat tidak ada air tidak ada listrik dan sebagainya-sebagainya,” ujar Hashim.
Melalui program tersebut, pemerintah berharap kebutuhan hunian masyarakat dapat terpenuhi sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya bagi kelompok berpenghasilan rendah.
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Pemerintah menilai sektor perumahan merupakan salah satu sektor strategis yang mampu memberikan kontribusi besar bagi perekonomian. Selain menyediakan hunian, pembangunan perumahan juga mendorong investasi, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan konsumsi masyarakat.
Dengan kombinasi pembangunan perumahan secara masif dan proyek hilirisasi industri yang sedang digencarkan, pemerintah optimistis target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen dapat tercapai dalam beberapa tahun ke depan.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login