Connect with us

Hi, what are you looking for?

Newest Indonesia

Finance

Menagih Hutang Kenapa Sulit Dan Malah Emosi? Ini Alasannya

Foto: iStock/Nuttawan Jayawan

Newestindonesia.co.id, Menagih hutang seharusnya menjadi hal yang wajar ketika seseorang meminjam uang dan belum mengembalikannya sesuai kesepakatan. Namun, kenyataannya menagih hutang sering kali terasa sulit, bahkan memicu emosi bagi pihak yang memberi pinjaman. Mengapa hal ini terjadi? Mari kita bahas penyebabnya dan cara mengatasinya.

1. Faktor Psikologis: Rasa Tidak Enak dan Canggung

Banyak orang merasa tidak enak hati untuk menagih hutang, terutama jika hubungan dengan si peminjam cukup dekat. Perasaan canggung ini muncul karena takut merusak hubungan pertemanan, persaudaraan, atau relasi kerja. Akhirnya, penagihan hutang sering ditunda-tunda hingga menumpuk.

2. Sikap Peminjam yang Tidak Kooperatif

Salah satu penyebab emosi muncul saat menagih hutang adalah sikap peminjam yang menghindar, sulit dihubungi, atau memberikan berbagai alasan tanpa kejelasan. Kondisi ini membuat pemberi pinjaman merasa tidak dihargai dan dipermainkan.

3. Hutang Dianggap Bukan Prioritas

Sebagian peminjam menempatkan kewajiban membayar hutang di posisi terakhir dalam daftar prioritas keuangan mereka. Hal ini membuat proses pelunasan menjadi lambat, dan penagihan pun terasa sia-sia.

4. Beban Finansial Pemberi Pinjaman

Menagih hutang menjadi semakin emosional jika pemberi pinjaman sendiri sedang membutuhkan uang tersebut. Tekanan finansial yang dialami membuat kesabaran semakin menipis ketika peminjam tidak kunjung membayar.

5. Masalah Kepercayaan

Ketika peminjam berjanji untuk membayar namun berkali-kali ingkar, rasa percaya mulai hilang. Perasaan kecewa ini bisa memicu kemarahan yang meledak saat proses penagihan.


Tips Menagih Hutang Tanpa Emosi Berlebihan

  1. Gunakan Bahasa yang Sopan
    Awali dengan mengingatkan secara halus sebelum menggunakan nada tegas.
  2. Tetapkan Batas Waktu Jelas
    Sampaikan tanggal jatuh tempo secara spesifik agar peminjam tidak berasumsi waktu pelunasan masih lama.
  3. Gunakan Tertulis
    Kirim pesan atau surat yang terdokumentasi agar ada bukti komunikasi.
  4. Pisahkan Emosi dari Urusan Keuangan
    Fokus pada fakta dan kesepakatan awal, bukan pada perasaan pribadi.
  5. Pertimbangkan Bantuan Pihak Ketiga
    Jika hutang cukup besar dan sulit ditagih, pertimbangkan menggunakan jasa mediasi atau bantuan hukum.
Baca juga:  Rupiah Berpotensi Menguat Seiring Ekonomi AS Ada Tekanan, Sekitar Rp16.200-Rp16.300 Hari Ini

Kesimpulan:
Menagih hutang menjadi sulit karena campuran faktor psikologis, sikap peminjam, dan tekanan finansial. Emosi sering muncul karena rasa kecewa, tidak dihargai, dan kebutuhan mendesak. Dengan strategi yang tepat, proses penagihan bisa dilakukan lebih efektif tanpa merusak hubungan secara berlebihan.

Sumber: Berbagai sumber, Editor: DAW

Advertisement. Scroll to continue reading.
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Editor Picks

Regional

Newestindonesia.co.id, Chasandra Thenu, Seorang selebgram berasal dari Ambon, Provinsi Maluku diterpa isu bahwa diduga video syurnya bocor di media sosial bersama mantan pacarnya yang...

Regional

Newestindonesia.co.id, Heboh beredar di media sosial hingga viral saat ini, Diduga selebgram Ambon bernama Chasandra Thenu video syurnya tersebar dengan oknum polisi yaitu mantan...

Celebrity

Newestindonesia.co.id, MSbreewc, nama asli Bree Wales Covington, lahir pada 1 Februari 2001 di Singapura (meskipun lahir di Jakarta dan besar berpindah-pindah, beberapa bio menyebut...

Finance

Newestindonesia.co.id, Kabar baik bagi kamu yang sedang mencari tanah di Bali dengan pemandangan lautan. Dengan luas 15,7 are, Kamu yang berencana membuat sebuah villa...

Advertisement