Newestindonesia.co.id, Pasar saham Indonesia memulai 2026 dengan dinamika menarik di tengah sentimen positif pasar domestik dan global. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada akhir tahun 2025 setelah mencetak rekor tertinggi sepanjang masa 24 kali, mencerminkan optimisme investor domestik menjelang tahun baru.
IHSG & Sentimen Pasar Awal Tahun
IHSG berhasil mempertahankan momentum positif memasuki 2026, meskipun volume perdagangan cenderung tipis karena sebagian pelaku pasar masih menunggu data ekonomi awal tahun. Analis memperkirakan IHSG berpeluang menguat menuju level 8.700 di awal perdagangan.
Namun, data menunjukkan bahwa pergerakan saham terbesar bukan hanya berasal dari blue chips, melainkan dari saham small-mid cap yang menunjukkan performa luar biasa sepanjang tahun 2025 dan menjadi perhatian di awal 2026.
Saham-Saham yang Meroket
1. UDNG
Saham ini tercatat mengalami kenaikan luar biasa lebih dari 12.000% sepanjang tahun 2025, menjadikannya salah satu top mover di pasar Indonesia. Meski harganya sangat fluktuatif, lonjakan spektakuler ini menunjukkan minat tinggi dari investor spekulatif.
2. CBRE
CBRE juga mencatat lonjakan signifikan dengan kenaikan lebih dari 5.000%, memperlihatkan bagaimana saham kecil bisa menjadi sorotan utama top gainers di bursa Indonesia.
3. MGLV & BUVA
Kedua saham ini sama-sama mencatat kenaikan ribuan persen, dengan MGLV naik sekitar 2.720% dan BUVA sekitar 2.680% sepanjang tahun lalu.
4. PGUN
Juga termasuk saham small cap dengan performa spektakuler di atas 2.200%, menarik perhatian trader jangka pendek dan investor ritel.
Saham Pilihan yang Naik Tajam di Perdagangan Terakhir
Selain pergerakan saham small cap sepanjang 2025, beberapa emiten juga mencatat lonjakan harga kuat pada penutupan tahun lalu, yang berpotensi berlanjut di awal 2026:
Bank Capital Indonesia Tbk (BACA) — menguat sekitar +32,6% di akhir Desember.
Asuransi Harta Aman Pratama Tbk (AHAP) — naik sekitar +25,8%.
Perintis Triniti Properti (TRIN) — menanjak sekitar +25%.
Sektor yang Menarik Di Mata Analis
Analis pasar menilai bahwa saham sektor basic materials dan consumer goods berpotensi memimpin penguatan IHSG pada 2026, dengan dukungan dari permintaan domestik yang kuat serta fundamental komoditas yang stabil.
Sementara itu, saham perbankan juga menunjukkan gejala rebound setelah tekanan selama 2025, dengan beberapa saham besar seperti BBCA, BMRI, dan BBNI bergerak positif di penutupan tahun.
Catatan untuk Investor
Saham small-mid cap yang meroket sering kali volatile dan bisa mengalami perubahan harga cepat baik naik maupun turun.
Saham-saham yang mengalami kenaikan luar biasa biasanya menarik minat spekulatif dan bukan jaminan kinerja fundamental jangka panjang.
Investor long-term tetap disarankan melakukan riset fundamental sebelum masuk pasar.
Prospek Pasar 2026
Beberapa analis optimis bahwa dengan dukungan pelonggaran kebijakan moneter global, penguatan konsumsi domestik, dan partisipasi investor ritel yang meningkat, pasar saham Indonesia berpotensi lanjut positif di 2026 meskipun terdapat risiko volatilitas.
Editor: DAW




You must be logged in to post a comment Login