Klarifikasi dari Penyelenggara MBG
Pihak penyelenggara MBG melalui SPPG dari Yayasan Amanah Permas Agung memberikan klarifikasi atas kejadian ini. Kepala SPPG, Rasudin, menyatakan bahwa temuan bahan mentah bukanlah sesuatu yang disengaja, melainkan akibat kelalaian dalam proses kerja di dapur.
Ia menjelaskan bahwa dalam proses pengemasan, telur yang seharusnya matang tercampur dengan yang mentah, sehingga terdistribusikan ke sekolah. Menurut Rasudin, kejadian ini bisa dicegah jika setiap tahapan kerja dicek berkali-kali dan disiplin:
“Ini bukan unsur kesengajaan, melainkan kelalaian dalam proses kerja… setiap tahapan harus dicek berulang kali. Kalau semua dijalankan sesuai prosedur, kejadian seperti ini bisa dihindari.”
— Kepala SPPG, Rasudin.
Reaksi Warga & Netizen
Sejak video tersebut viral di platform Instagram dan WhatsApp, banyak warga, guru, dan orang tua murid mempertanyakan sistem pengawasan, SOP, hingga standar keamanan pangan dalam program MBG. Banyak yang menilai kondisi itu tidak layak dan membahayakan kesehatan siswa.
Baca di halaman selanjutnya >>>



