Newestindonesia.co.id, Warga Kabupaten Gresik digegerkan dengan kemunculan seorang wanita yang datang ke kantor pemerintah daerah dengan mengenakan seragam Aparatur Sipil Negara (ASN). Wanita tersebut diketahui bukan pegawai resmi, melainkan korban penipuan bermodus Surat Keputusan (SK) pengangkatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) palsu.
Peristiwa ini terjadi pada Senin (6/4/2026) pagi. Wanita berinisial SE datang ke lingkungan Pemerintah Kabupaten Gresik dengan penuh percaya diri untuk memulai hari pertamanya bekerja sebagai ASN.
Ia membawa dokumen berupa SK pengangkatan PNS tahun 2024 yang diyakininya sah. Namun, kedatangannya justru memicu kecurigaan petugas setempat.
Awalnya, pihak kantor mengira SE merupakan pegawai baru hasil mutasi. Namun, kejanggalan muncul saat ia mengaku ditempatkan di Bagian Humas, unit yang sebenarnya sudah tidak ada dan telah berganti menjadi Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim).
Kepala Bagian Prokopim Setda Gresik, Imam Basuki, mengatakan pihaknya mulai curiga setelah mendengar penjelasan tersebut.
“Awalnya saya kira ada PNS yang dimutasi. Tapi yang bersangkutan mengaku ditempatkan di Bagian Humas, padahal sudah tidak ada,” ujar Imam dikutip melalui detikNews.
Kecurigaan semakin menguat ketika dokumen yang dibawa SE diperiksa lebih lanjut. Meski terlihat resmi dan telah dilegalisir, ditemukan perbedaan pada tanda tangan pejabat yang tercantum dalam SK tersebut.
“Namanya benar, tapi tanda tangannya tidak sama,” jelas Imam.
Setelah mengetahui fakta tersebut, SE tampak terpukul. Ia mengaku tidak sendirian. Berdasarkan keterangannya, ada sekitar 12 hingga 15 orang lain yang juga menjadi korban penipuan dengan modus serupa.
Para korban dijanjikan lolos seleksi PNS dan diberikan SK pengangkatan palsu, bahkan diarahkan untuk mulai bekerja di lokasi berbeda pada hari yang sama.
Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) langsung menindaklanjuti kasus ini.
Kepala BKPSDM Gresik, Agung Endro Dwi Setyo Utomo, membenarkan bahwa laporan telah diterima dan saat ini tengah dalam proses penelusuran.
“Iya, laporan sudah kami terima dan saat ini masih ditelusuri oleh tim,” kata Agung.
Ia juga menegaskan bahwa kasus ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah, sekaligus peringatan bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan rekrutmen ASN.
“Kasus ini menjadi perhatian serius kami. Masyarakat diimbau lebih waspada terhadap oknum yang mengatasnamakan pengangkatan PNS untuk menipu,” tegasnya.
Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan pendalaman untuk mengungkap pelaku di balik penipuan tersebut. Sementara itu, masyarakat diingatkan bahwa proses rekrutmen ASN hanya dilakukan melalui jalur resmi pemerintah tanpa pungutan biaya.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login