Newestindonesia.co.id – Jateng, Peristiwa tragis menimpa seorang warga di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Seorang masinis bernama Slamet Arifianto (53) dilaporkan meninggal dunia setelah diserang kawanan tawon jenis vespa saat membersihkan tandon air di atas rumahnya.
Korban diketahui merupakan warga Desa Mujur Lor, Kecamatan Kroya. Insiden tersebut terjadi pada Kamis (26/2/2026) sekitar pukul 10.30 WIB ketika Slamet naik ke bagian atap rumah untuk membetulkan sekaligus membersihkan toren air.
Kepala Desa Mujur Lor, Sadimun, menjelaskan bahwa korban awalnya tidak menyadari adanya sarang tawon di sekitar tandon air. Saat berada di atas atap rumah, korban tiba-tiba diserang oleh kawanan tawon vespa.
“Korban mau betulin isi air, toren di atas rumah. Ternyata di situ ada sarang tawon vespa yang tidak diketahui. Tahu-tahu langsung digerumut,” kata Sadimun kepada wartawan dikutip melalui detikJateng.
Diserang Hingga Setengah Jam
Menurut keterangan Sadimun, serangan tawon berlangsung cukup lama. Slamet sempat berusaha melindungi bagian kepalanya menggunakan pakaian yang dikenakannya.
“Sewaktu kejadian itu sampai setengah jam masih digerumut, sambil nangis-nangis katanya. Waktu turun masih bisa jalan, tapi waktu diajak ngomong sudah tidak terasa, mungkin karena saking banyaknya sengatan,” ujarnya.
Meski sempat turun dari atap rumah, kondisi korban terus memburuk akibat banyaknya sengatan yang diterimanya. Warga sekitar kemudian berupaya memberikan pertolongan kepada korban.
Dievakuasi dalam Kondisi Tidak Sadar
Salah satu relawan yang ikut membantu proses evakuasi adalah Lutfi Latifudin dari Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kroya. Ia mengatakan korban sudah dalam kondisi tidak sadar saat dibawa untuk mendapatkan penanganan medis.
“Sekitar pukul 11.15 WIB korban dibawa ke PKU Muhammadiyah Kroya untuk mendapatkan penanganan awal. Setelah diperiksa, dokter menyarankan agar korban segera dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lanjutan,” kata Lutfi.
Korban kemudian dirujuk ke RSUD Banyumas. Namun setelah menjalani perawatan, nyawa Slamet tidak dapat diselamatkan.
“Namun demikian, sekitar pukul 16.00 WIB, Bapak Slamet Arifianto dinyatakan meninggal dunia,” ujar Lutfi.
Dikenal Sebagai Masinis Aktif
Lutfi menyebutkan bahwa Slamet merupakan seorang masinis aktif yang bertugas di wilayah Kroya. Kepergian korban meninggalkan duka bagi keluarga serta warga di lingkungan tempat tinggalnya.
Jenazah korban kemudian dimakamkan pada keesokan harinya oleh pihak keluarga. Peristiwa ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap keberadaan sarang tawon, terutama di area yang jarang diperiksa seperti atap rumah atau sekitar tandon air.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login