Newestindonesia.co.id – Sumut, Sebuah kecelakaan tragis terjadi di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara, Rabu (21/1/2026) petang, yang mengakibatkan delapan orang meninggal dunia dan satu lainnya luka berat setelah kereta api menabrak mobil jenis Toyota Avanza yang melintas di lintasan rel.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 18.30 WIB di Kelurahan Tebing Tinggi, Kecamatan Padang Hilir, saat mobil Avanza bernomor polisi BK 1657 ABP yang dikemudikan oleh Abdul Kadir membawa delapan penumpang dalam perjalanan dari Deli Serdang menuju Tebing Tinggi.
Kronologi Kejadian
Menurut keterangan Kasat Lantas Polres Tebing Tinggi AKP Lidya, saat melintasi perlintasan kereta api tanpa palang, mobil Avanza yang dikemudikan Abdul diduga tidak mengetahui bahwa Kereta Api Sri Bilah Utama KA U53 CC2018344 sedang melintas dari arah Rantau Prapat menuju Tebing Tinggi.
“Mobil penumpang Toyota Avanza yang dikemudikan oleh Abdul Kadir membawa delapan orang penumpang kontra Kereta Api Sribilah Utama KA U53 CC2018344, sehingga kecelakaan pun tidak terelakkan,” ujar AKP Lidya di lokasi kejadian dikutip melalui detikSumut.
Warga yang berada di sekitar lokasi sempat memberi peringatan kepada pengemudi agar tidak melintas karena kereta akan lewat, namun suara peringatan tersebut tak dihiraukan.
Korban dan Evakuasi
Akibat benturan keras tersebut, delapan penumpang dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian dan langsung dibawa ke Ruang Jenazah RS Bhayangkara Kota Tebing Tinggi. Satu korban lainnya, yakni sang pengemudi, mengalami luka berat dan dirawat di IGD rumah sakit yang sama.
“Delapan orang meninggal dunia, satu orang luka berat. Seluruh korban kini berada di RS Bhayangkara Tebing Tinggi,” jelas Lidya.
Latar Belakang Perjalanan
Informasi yang dihimpun dari pihak kepolisian menyebutkan bahwa rombongan mobil Avanza ini awalnya berangkat dari Deli Serdang untuk menghadiri acara keluarga di Batu Bara.
Setelah itu, mereka melanjutkan perjalanan ke Tebing Tinggi untuk menjenguk sanak keluarga yang sedang sakit di Sei Sigiling, sebelum kemudian kecelakaan terjadi saat kembali menuju ke Deli Serdang.
Tantangan Perlintasan Tanpa Palang Pintu
Kecelakaan ini kembali menyoroti bahaya perlintasan kereta api tanpa palang pintu yang rawan terjadi terutama pada jam-jam sibuk sore hari. Meskipun ada peringatan suara dari warga, minimnya fasilitas keselamatan seperti palang pintu membuat pengendara sering kali mengambil risiko saat menyeberang lintasan.
Pihak kepolisian saat ini tengah melakukan olah TKP, pemeriksaan saksi, dan pengamanan barang bukti untuk penyelidikan lebih lanjut atas kejadian tersebut.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login