Connect with us

Hallo, Mau Cari Berita Apa Nih?

Newest Indonesia

Regional

Tradisi Ogoh-Ogoh Menjelang Nyepi, Simbol Pembersihan Diri Dan Alam

Makna Hari Raya Nyepi dan tradisi Ogoh-Ogoh di Bali sebagai simbol pembersihan diri, keheningan suci, dan keseimbangan alam.

Pawai Ogoh ogoh menjelang Hari Raya Nyepi di Bali
Warga mengarak Ogoh-ogoh saat Pengerupukan menjelang Hari Raya Nyepi. Ogoh-ogoh Banjar Bualu Kelurahan Benoa 2025. Foto: Dok. Info Seputar Bali

Newestindonesia.co.id, Hari Raya Suci Nyepi menjadi momen sakral bagi umat Hindu di Bali dalam menyambut Tahun Baru Saka. Berbeda dengan perayaan tahun baru pada umumnya, Nyepi dirayakan dengan keheningan total selama 24 jam, didahului oleh tradisi pawai Ogoh-Ogoh yang sarat makna filosofis dan nilai budaya.

Makna Hari Raya Suci Nyepi

Nyepi merupakan perayaan Tahun Baru Saka yang bertujuan untuk menyucikan alam semesta (Bhuana Agung) dan diri manusia (Bhuana Alit).

Ketika Nyepi berlangsung, umat Hindu menjalankan Catur Brata Penyepian, yakni empat pantangan utama berupa tidak menyalakan api, tidak bekerja, tidak bepergian, dan tidak menikmati hiburan.

Selama 24 jam, aktivitas di Bali hampir sepenuhnya berhenti. Jalan raya lengang, pusat perbelanjaan tutup, hingga bandara internasional tidak beroperasi.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Keheningan ini menjadi simbol pengendalian diri serta refleksi spiritual untuk memulai tahun baru dengan pikiran yang lebih bersih.

Ogoh-Ogoh Menjelang Nyepi

Sehari sebelum Nyepi, masyarakat Bali melaksanakan tradisi Pengerupukan yang identik dengan pawai Ogoh-Ogoh. Ogoh-ogoh merupakan patung raksasa yang menggambarkan Bhuta Kala, simbol sifat buruk, energi negatif, dan kekacauan dalam diri manusia.

Patung-patung tersebut diarak keliling desa diiringi gamelan baleganjur. Setelah prosesi selesai, Ogoh-ogoh biasanya dimusnahkan sebagai lambang pengendalian dan pembersihan unsur negatif sebelum memasuki Tahun Baru Saka.

Harmoni Tradisi dan Spiritualitas

Tradisi Nyepi dan Ogoh-ogoh menunjukkan keseimbangan antara kemeriahan dan keheningan.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Ogoh-ogoh menjadi sarana ekspresi seni dan budaya, sementara Nyepi menjadi ruang perenungan mendalam. Nilai-nilai ini mengajarkan pentingnya menjaga keharmonisan antara manusia, alam, dan kehidupan spiritual.

Warisan Budaya Mengandung Pesan Universal

Hari Raya Nyepi bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan warisan budaya yang mengandung pesan universal tentang pengendalian diri, refleksi, dan keseimbangan hidup. Di tengah dunia yang semakin bising, Nyepi menghadirkan makna bahwa keheningan juga merupakan bagian penting dari peradaban.

Baca juga:  Korban Meninggal Dunia Banjir Di Sumatera Utara Capai 343 Orang Dan 98 Orang Hilang

Editor: DAW

Advertisement. Scroll to continue reading.
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Editor Picks

Bisnis

Newestindonesia.co.id, Bank Mandiri merayakan ulang tahun ke-27 pada Kamis (2/10/2025) dengan mengusung tema Sinergi Majukan Negeri”. Perayaan ulang tahun Bank Mandiri dikemas dalam program bertajuk “HUT...

Regional

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid mengatakan, Mau sampai kiamat tinggal dua hari pun mafia tanah tidak akan bisa diatasi....

Kesehatan

Newestindonesia.co.id, Cuaca panas yang kerap melanda berbagai wilayah dapat menimbulkan risiko terhadap kesehatan tubuh, khususnya pada kulit. Paparan sinar matahari yang terik berpotensi memicu...

Selebriti

Newestindonesia.co.id, MSbreewc, nama asli Bree Wales Covington, lahir pada 1 Februari 2001 di Singapura (meskipun lahir di Jakarta dan besar berpindah-pindah, beberapa bio menyebut...

Advertisement