Connect with us

Hallo, Mau Cari Berita Apa Nih?

Newest Indonesia

Regional

Soal Banjir Lumpur Di Tarakan, Camat Akui Dampak Galian C Terhadap Tata Air

Tampak badan jalan di gapura RT 09 Juata Laut Tarakan mengalami kerusakan parah disertai genangan air yang meluber/Foto: Oktavian Balang/detikKalimantan

Newestindonesia.co.id, Aktivitas pengerukan pasir atau galian C di kawasan perbukitan Tarakan Utara, Kota Tarakan, Kalimantan Utara, menjadi sorotan publik setelah diduga sebagai pemicu banjir lumpur berpasir yang meresahkan warga.

Banjir tersebut dilaporkan terjadi di sejumlah rukun tetangga (RT) di Kelurahan Juata Laut. Material lumpur bercampur pasir yang terbawa aliran air hujan tidak hanya menggenangi jalan, tetapi juga merusak infrastruktur serta mengganggu aktivitas warga sehari-hari.

Sejumlah warga bahkan menyebut banjir yang datang tidak lagi sekadar air, melainkan disertai endapan pasir tebal yang terus berulang setiap musim hujan.

Menanggapi hal ini, Camat Tarakan Utara, Sisca Maya Crenata, menegaskan bahwa persoalan perizinan galian C bukan merupakan kewenangan Pemerintah Kota Tarakan.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Kalau untuk galian C, yang jelas itu pertama bukan kewenangan Pemerintah Kota Tarakan. Itu adalah kewenangan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov),” ujar Sisca dikutip melalui detikKalimantan.

Meski demikian, pihak kecamatan tidak menampik adanya dampak ekologis dari aktivitas pengerukan tersebut. Berdasarkan hasil peninjauan langsung ke lapangan, Sisca mengakui bahwa galian C memiliki potensi memengaruhi sistem tata air di wilayah tersebut.

“Kemarin saya sempat mengunjungi. Bahkan galian C itu sepertinya saya melihat bahwasannya itu menjadi potensi terhadap banjir atau genangan yang ada di depan SDN 042,” ungkapnya.

Temuan tersebut memperkuat dugaan warga yang sejak awal menilai aktivitas pengerukan di wilayah atas menjadi pemicu utama banjir berpasir yang mereka alami.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Sebelumnya, warga Juata Laut mengeluhkan kondisi drainase yang tertutup sedimen pasir sehingga tidak mampu menampung aliran air saat hujan deras. Akibatnya, air meluap hingga ke jalan dan permukiman.

Salah seorang warga bahkan menyebut aliran air dari area galian tidak tertata dengan baik sehingga mengarah langsung ke permukiman.

Baca juga:  Sempat Positif, Pengemudi Tabrak Warung Di Pasar Kaget Binjai Kini Dinyatakan Negatif Narkoba

“Kalau hujan deras itu banjir air bersama lumpur dan pasir. Penyebabnya di atas itu ada pengerukan pasir skala besar,” ujar seorang warga.

Kondisi tersebut tidak hanya menimbulkan genangan, tetapi juga meninggalkan endapan pasir tebal setelah air surut, yang kemudian berubah menjadi debu saat musim kemarau.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Merespons situasi ini, pihak kecamatan menyatakan akan mengambil langkah koordinatif sebagai upaya penanganan.

“Ke depannya kami coba koordinasi kepada pemilik atau owner galian C tersebut, dan juga dengan Pemprov. Kami mencoba melihat risiko dan dampaknya terhadap banjir tadi,” tambah Sisca.

Langkah tersebut dilakukan mengingat kewenangan perizinan dan penindakan berada di tingkat provinsi, sehingga diperlukan sinergi lintas instansi untuk menyelesaikan persoalan yang berdampak langsung kepada masyarakat.

Di sisi lain, persoalan banjir di Tarakan Utara disebut bukan hanya dipicu oleh satu faktor. Selain dugaan dampak aktivitas galian, kondisi drainase yang tidak memadai juga memperparah situasi, terutama saat intensitas hujan tinggi.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Hingga kini, warga berharap ada solusi konkret dari pemerintah agar banjir berpasir yang terus berulang tidak lagi menjadi ancaman setiap musim hujan.

(DAW)

Newest Indonesia Saluran WhatsApp
Newest Indonesia hadir di Saluran WhatsApp

Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang

Ingin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Berita Lainnya

Regional

Newestindonesia.co.id, Pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Long Midang di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia, Kalimantan Utara, hingga kini masih mangkrak. DPRD Kalimantan Utara menilai persoalan...

Regional

Newestindonesia.co.id, Banjir melanda tujuh desa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, akibat luapan sungai dan intensitas hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Minggu sore...

Regional

Newestindonesia.co.id, Banjir melanda kawasan Pondok Hijau, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), pada Sabtu (4/4/2026) malam. Ketinggian air dilaporkan mencapai hingga 1 meter atau setara pinggang...

Regional

Newestindonesia.co.id, Pemudik yang melintasi jalur Pantura, Jawa Timur Pasuruan diminta meningkatkan kewaspadaan setelah muncul titik-titik baru banjir yang sempat melumpuhkan arus lalu lintas pada...

Regional

Newestindonesia.co.id, Banjir melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, saat Hari Raya Idul Fitri. Genangan air bahkan dilaporkan tidak kunjung surut hingga berjam-jam...

Nasional

Newestindonesia.co.id, TelkomGroup menyalurkan sebanyak 2.500 paket perlengkapan sekolah kepada para siswa di wilayah Kalimantan Utara (Kaltara) dalam rangka memperingati satu tahun perjalanan Danantara Indonesia....

Regional

Newestindonesia.co.id, Banjir merendam sejumlah wilayah di Kota Tangerang, Banten. Aparat kepolisian dari Polres Metro Tangerang Kota turun langsung ke lapangan untuk mengevakuasi warga terdampak...

Regional

Newestindonesia.co.id, Banjir kembali melanda sejumlah wilayah di DKI Jakarta setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur sejak malam hingga pagi hari. Badan Penanggulangan Bencana Daerah...

Advertisement